Pilpres 2019

Kades Suhartono yang Dibui Karena Dukung Prabowo-Sandi, Minta Sandiaga Uno Jangan Kendor

Cawapres Nomor urut 02, Sandiaga Uno menjenguk Kepala Desa Sampangagung Kabupaten Mojokerto Suhartono yang dipenjara karena mendukung Prabowo-Sandi.

Kades Suhartono yang Dibui Karena Dukung Prabowo-Sandi, Minta Sandiaga Uno Jangan Kendor
SURYA/DANENDRA KUSUMA
Suhartono, Kades Sampangagung Mojokerto pendukung pasangan Prabowo-Sandi, mengenakan setelan jas dan kemeja putih saat menghadiri sidang putusan. Dia nampak tenang mendengarkan vonis dari Hakim Ketua Hendra Hutabarat, Kamis (13/12/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MOJOKERTO - Cawapres Nomor urut 02, Sandiaga Uno secara mendadak menjenguk Kepala Desa Sampangagung Kabupaten Mojokerto Suhartono, di Lapas Klas IIB Mojokerto, Rabu (2/1/2018) usai berkampanye di di Sampang, Madura.

Sandiga Uno tiba di Lapas Klas IIB Mojokerto sekitar pukul 14.00. Dia datang bersama sejumlah tim Badan Pemenangan Prabowo-Sandi. Saat pertemuan inilah, Sandi mendapat pesan khusus dari si Kades.

Kepala Desa Sampangagung Suhartono rela jadi pesakitan dan mendekam di penjara, karena mendukung pasangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Yakni, ketika Sandiaga Uno berkampanye di Pacet Kabupaten Mojokerto.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming Debat Capres Cawapres Pilpres 2019 di TVRI, Kompas TV dan RTV

Baca: Isi Surat Ahok Jelang Bebas dari Penjara, Ada Permintaan pada Ahokers Hingga Panggilan Baru

Melihat kedatangan pasangan Capres Prabowo Subianto tersebut, puluhan emak-emak dan pendukung Lurah Suhartono langsung mengerubungi mobil Sandi saat memasuki halaman lapas.

Tak lama, Sandi langsung turun dari mobil dan berjabat tangan dengan emak-emak. Mereka saling berdesak-desakan berebut menggapai tangan Sandi.

Usai meladeni emak-emak berjabat tangan, Sandi kemudian berjalan menuju pintu gerbang Lapas. Pintu gerbang tersebut dijaga ketat oleh beberapa polisi dan sipir lapas. Sebab, hanya sebagian orang saja yang boleh masuk ke lapas.

Peraturan tersebut sempat memantik kericuhan. Sebagian rombongan Sandi tidak boleh masuk ke lapas, padahal mereka telah mengantongi surat izin. Mereka pun adu mulut dengan petugas. Aksi saling dorong-mendorong antara petugas dan rombongan pun tak terhindarkan.

"Yang boleh masuk dibatasi, Pak. Hanya 10 orang yang boleh masuk," kata salah satu petugas. Suasana penuh emosi itu pun redah setelah beberapa petugas memberikan pengertian pada mereka.

Sandi masuk ke lapas bersama dengan istri Kades Nono, Yuli dan sejumlah tim dari Badan Pemenangan Prabowo-Sandi. Pertemuan antara Sandi dan Suhartono, berlangsung selama sekitar 20 menit.

Saat keluar dari pintu lapas, Sandiaga Uno terlihat membawa boneka dengan karakter dirinya dan Prabowo. Selain itu,  salah satu anggota badan pemenangan terlihat membawa boneka burung merak yang rangkanya dari rangkaian bambu dan koran. Pada sayap burung merak terdapat tulisan Prabowo-Sandiaga Uno.

Halaman
123
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved