Berita Banjarbaru

Gubernur Kalsel: Jangan Menebar Ujaran Kebencian dan Jangan Lukai Hati Sesama Anak Negari

Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor meminta kepada seluruh elemen di Kementrian Agama untuk menebarkan energi kebersamaan, apalagi ini tahun politik.

Gubernur Kalsel: Jangan Menebar Ujaran Kebencian dan Jangan Lukai Hati Sesama Anak Negari
banjarmasinpost.co.id/nurkholis huda
Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor pimpin apel Hari Bhakti ke-73 Kementerian Agama di Asrama Haji Banjarbaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor meminta kepada seluruh elemen di Kementrian Agama untuk menebarkan energi kebersamaan, apalagi ini tahun politik.

"Jaga Kebersamaan Umat. Saya mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama, apalagi di tahun politik sekarang ini, mari senantiasa menebarkan energi kebersamaan, merawat kerukunan dan menempatkan diri di atas dan untuk semua kelompok dan golongan kepentingan, kata Gubernur saat membacakan sambutan Menteri Agama RI di momen apel Hari Amal Bhakti ke-73 di Asrama Haji Kalsel, Kamis (3/1/2019).

Ajakan yang sama, jelas Paman Birin panggilan akrab H Sahbirin Noor, kepada semua elemen bangsa, mari jaga kebersamaan, keutuhan sesama anak bangsa.

Baca: Dijodohkan Maia Estianty, Aaliyah Massaid Posting Foto Berdua Dul Jaelani, Taarufnya Digelar Besok

Baca: Ada Apa? Kok Tiba-tiba Ayah Maia Estianty, Harjono Sigit Posting Foto Saat Muda, Banjir Pujian

Baca: Paman Birin Jadi Inspektur Upacara di Hari Bhakti ke-73 Kementerian Agama di Kalsel

"Segala ujaran, perilaku dan sikap yang bisa menimbulkan luka bagi sesama saudara mari kita hindari. Mari jauhi saling menebar benci, saling melempar fitnah keji, saling menyuburkan penyakit hati dan saling melukai hati antarsesama anak negeri, " kata Sahbirin Noor.

Diuraikan dia, seluruh ASN dan jajaran Kementerian Agama haruslah menjadi perangkai, penjalin dan perajut tenun kebangsaan kita yang bhinneka.

Setiap kita haruslah menjadi teladan dalam kesederhanaan, kejujuran, dan keikhlasan memberikan amal bakti bagi segenap warga negara tercinta.

Dalam tugas sehari-hari, setiap aparatur Kementerian Agama harus mampu menunjukkan nilai kinerja yang baik, kepemimpinan yang amanah, dan memberi kemudahan kepada masyarakat luas, untuk memperoleh akses pelayanan keagamaan secara akuntabel dan berkualitas.

Ditambahkan Gubernur, pemerintah melalui peran dan fungsi Kementerian Agama hadir memberikan pelayanan keagamaan bagi semua umat beragama dengan berbagai fasilitasi. Kementerian Agama menyelenggarakan pelayanan publik di bidang keagamaan dengan tiada henti melakukan inovasi.

Baca: Selain Syahrini dan Reino Barack, Mbah Mijan Sebut Ini Tentang Irish Bella dan Ammar Zoni di 2019

Baca: Tahun Baru 2019, Gusti Halimah Membuang Piduduk ke Sungai, Isinya dari Jarum Hingga Uang Rp 5.000

Baca: Dana Sumbangan Kampanye Prabowo-Sandiaga Paling Besar Rp 56 Miliar, Jokowi-Maruf Rp 44 Miliar

Memasuki Tahun 2019, enam sasaran strategis program Kementerian Agama telah digariskan, yakni: meningkatnya kualitas kehidupan umat beragama, meningkatnya harmoni sosial dan kerukunan umat beragama, meningkatnya kualitas pelayanan keagamaan, meningkatnya akses layanan pendidikan, meningkatnya mutu pendidikan agama dan keagamaan, dan peningkatan kualitas tatakelola pembangunan bidang agama.

"Saya berpesan enam sasaran tersebut harus tercermin dalam program kerja pusat dan daerah. Di samping itu, pembinaan toleransi dan kerukunan antar-umat beragama, pengembangan moderasi beragama dan pembangunan akhlak bangsa perlu disuarakan lebih nyaring di ruang-ruang publik. Toleransi beragama dapat dimaknai sebagai sikap menghormati dan menghargai atas perbedaan yang ada pada pihak lain," urainya.

Halaman
12
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved