Ekonomi dan Bisnis

Dampak Cuaca Buruk, Pasokan Ikan Laut Masih Sedikit

Akibat cuaca tidak menentu yang terjadi sejak awal Bulan Januari 2019, pasokan produk hasil laut di Banjarmasin menyusut sebabkan lonjakan harga.

Dampak Cuaca Buruk, Pasokan Ikan Laut Masih Sedikit
banjarmasinpost.co.id/acm
Pedagang ikan di Pasar Lama Banjarmasin alami kekurangan stok sejak seminggu lalu 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Akibat cuaca tidak menentu yang terjadi sejak awal Bulan Januari 2019, pasokan produk hasil laut di Banjarmasin menyusut sebabkan lonjakan harga.

Keadaan ini ternyata masih berlanjut, beberapa pedagang ikan khususnya ikan laut di Pasar tradisional di Banjarmasin masih merasakan kurangnya pasokan stok ikan.

Pedagang di Pasar Lama Banjarmasin, Mutia mengaku hanya mendapatkan stok ikan peda sebanyak dua kilo, Jumat (4/1/2019).

Padahal menurutnya, biasanya Ia mendapatkan stok ikan peda dua kali bahkan tiga kali jumlah tersebut.

Dari sisi harga pun masih tinggi capai Rp 55 ribu perkilo dibanding harga pada masa normal Rp 35 ribu perkilo.

Baca: Tak Malu Jualan di Sekolah, ini Putri Cantik Ridwan Kamil, Punya Bakat Arsitek Seperti sang Ayah

Baca: Viral! Hujan Uang Dikabarkan Terjadi di Probolinggo, Hoax atau Asli? Ini Penjelasan Kepolisian

Baca: Anak Indigo Cecilia Theresiana Merinding Terawang Pilpres 2019, Ustadz Abdul Somad Ingatkan Ini

Baca: Reaksi Raffi Ahmad dan Ivan Gunawan Ketika Chand Kelvin Ingin Punya Istri Seperti Ayu Ting Ting

Pun demikian jenis ikan dan hasil laut lainnya termasuk ikan lajang yang mencapai harga Rp 40 ribu perkilo dan cumi yang juga harganya melonjak Rp 65 ribu perkilo naik rata-rata Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu perkilo.

Bahkan Mutia tidak mendapatkan stok ikan tongkol untuk dijual, Jumat (4/1/2019).

Keadaan berkurangnya pasokan ikan laut menurut Mutia sudah dimulai sejak seminggu lalu termasuk dari pengepul ikan langganannya di Dermaga Banjar Raya.

"Kemarin sudah ada masuk ikan cuma sedikit dan harga juga tinggi, jadi kami ambil sedikit saja juga," kata Mutia.

Beberapa masyarakat di pasar tradisional yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan ini memilih untuk tidak membeli ikan laut karena harganya tinggi.

Syamsiah seorang pembeli mengaku lebih memilih untuk membeli daging ayam dibanding ikan laut untuk keperluan warung makan miliknya.

"Biasanya rutin menu ikan peda dan tongkol, tapi karena mahal biar kosong dulu cuma sediakan ayam karena murah Rp 26 ribu perkilo," kata Syamsiah. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved