Berita Tapin

Maulana Heran Selama Sepuluh Tahun Jalan Bypass Binderang Mangkrak

Maulana Heran Selama Sepuluh Tahun Jalan Bypass Binderang Mangkrak. Masih terdapat kerusakan jalan, paling lebar di persimpangan Desa Terantang

Maulana Heran Selama Sepuluh Tahun Jalan Bypass Binderang Mangkrak
BanjarmasinPost Group/ Mukhtar Wahid
Inilah kondisi jalan by pass di Kecamatan Bungur menuju arah Kandangan atau arah Banjarmasim dan masuk Rantau, ibukota Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (4/1/2019)

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Jalan by ass Binderang belum rampung seperti jalan bypass Rantau-Binuang.

Itu terpantau reporter Banjarmasinpost.co.id, kondisi jalan bypass itu hanya awalnya sebagian yang beraspal mulus.

Masih terdapat kerusakan jalan, paling lebar di persimpangan Desa Terantang, Kecamatan Tapin Utara atau arah menuju Piani.

Maulana (50) mengaku saksi sejarah pembebasan lahan untuk pembangunan jalan by pass Binderang.

Warga Desa Bintahan, Kecamatan Lokpaikat ini heran pembangunan jalan by pass Binderang lamban rampungnya, jika dibandingkan dengan jalan by pass di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Baca: Kronologi Penangkapan Pasutri di Tabalong yang Ketahuan Polisi Simpan Sabu di Lipatan Handuk

"Jalan by pass di Kandangan itu cepat rampung. Padahal lebih awal pembangunan jalan by pass Binderang," katanya kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, Jumat (4/1/2019).

Ia mengaku jalan sepanjang tujuh kilometer dari Desa Lokpaikat, Kecamatan Lokpaikat hingga Rantau Kecamatan Tapin Utara belum rampung alias mangkrak.

Kondisi jalan itu diakui Maulana, lebarnya sekitar 24 meter dari Lokpaikat hingga Desa Terantang, Kecamatan Tapin Utara.

"Saya terlibat ikut membantu mengukur jalan by pass Binderang ini. Kalau tidak salah pembangunannya sejak 2008 lalu," katanya.

Maulana mengaku terlibat karena lahan kebun cengkeh miliknya terkena jalur pembangunan jalan by pass Binderang kala itu.

Baca: BKD Sampaikan Sanksi Bagi Peserta CPNS 2018 yang Tak Sampaikan Pemberkasan Sesuai Jadwal

Herman, warga Tapin mengaku kali pertama melintas di jalan by pass Binderang. Kondisi jalan by pass Binderang memang tidak seperti jalan by pass Binuang- Sungkai.

"Kalau ke Banjarmasin, saya melintas di jalan by pass Rantau-Sungkai kecepatan 60 hingga 80 kilometer per jam. Kondisinya memang sepi, karena belum banyak yang mengetahui jalan pintasan tersebut," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved