Uang Digital yang Perlu Dipahami

OJK dan Bank Indonesia Minta Masyarakat Hindari Kripto, Ini Alasannya

Kepala Pengawasan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional IX Kalimantan, Ali Ridwan menilai investasi pada kripto tetap beresiko

OJK dan Bank Indonesia Minta Masyarakat Hindari Kripto, Ini Alasannya
Istimewa
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kepala Pengawasan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional IX Kalimantan, Ali Ridwan menilai investasi pada kripto tetap beresiko tinggi walaupun sudah dapatkan legitimasi dari Bappebti.

Ia menilai instrumen kripto yang tidak memiliki underlying asset yang berbeda dibanding instrumen investasi lain, menjadikannya masuk dalam kategori investasi yang mengarah pada spekulasi.

Tidak seperti instrumen lainnya yang didasari nilai mata uang termasuk mata uang asing, kripto juga menurutnya bukan merupakan alat karena tidak diakui oleh Bank Indonesia sebagai alat pembayaran.

"Bappebti punya kewenangan sendiri sesuai dengan UU nya dalam mengatur derivatif kripto, tapi yang jelas menurut saya karena underlying assetnya bukan berupa komoditas yang legal menurut BI, jadi spekulatif," kata Ali.

Baca: Daya Tarik Kripto Sempat Buat Afrizal Investasikan Rp 40 Juta, Begini Ceritanya

Baca: Fakta Perkembangan Kripto di Indonesia, dari Populer Banget hingga Aset Investor Merosot Sebesar Ini

Baca: Harga Kripto Jatuh, Afrizal Terancam Rugi Belasan Juta, Terpaksa Dijual Meski Rugi

Manajer Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel (KPw BI), Abdul Haris menyatakan, hingga saat ini BI tidak mengakui kripto sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia.

Ia menegaskan, sudah diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang, bahwa alat pembayaran yang sah adalah Rupiah.

Karena itu BI melarang transaksi pembayaran baik melalui perbankan, perusahaan teknologi finansial dan pengguna sistem pembayaran lainnya untuk menggunakan kripto dalam transaksi apapun sebagai alat pembayaran. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved