Berita Jakarta

Andi Arief Dilaporkan ke Polisi Soal Surat Suara Tercoblos, Ahmad Dhani: Pakai Pasal Gregetan!

Musisi sekaligus Politisi Partai Gerindra Ahmad Dhani menilai semestinya cuitan Wasekjen Demokrat Andi Arief di akun twitternya

Andi Arief Dilaporkan ke Polisi Soal Surat Suara Tercoblos, Ahmad Dhani: Pakai Pasal Gregetan!
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Musisi Ahmad Dhani menghadiri sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (26/11/2018). Pada sidang tersebut, jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Ahmad Dhani dengan hukuman pidana penjara selama dua tahun terkait kasus dugaan ujaran kebencian. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Musisi sekaligus Politisi Partai Gerindra Ahmad Dhani menilai semestinya cuitan Wasekjen Demokrat Andi Arief di akun twitternya terkait informasi tujuh kontainer surat suara yang tercoblos tidak dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Dhani menegaskan bahwa Andi Arief akan dijerat dengan pasal gregetan oleh jajaran kepolisian.

Namun, Dhani tidak menjelaskan detail mengenai pasal gregetan yang ia maksud.

"Iya, (tak usah dilaporkan), Andi Arief pasti dicari-cari pakai pasal gregetan. Ya pasal gregetan sekarang lagi tren," kata Dhani di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (4/1/2019).

Dhani menambahkan pelaporan terhadap Andi Arief terlalu berlebihan.

Baca: Mbah Mijan dan Wirang Birawa Beda Penerawangan Soal Syahrini dan Reino Barac, Faktanya?

"Menurut saya terlalu berlebihan. Saya baca tweet Mas Andi Arief enggak mengesankan hoaks yang menyebarkan Andi Arief," ucap Dhani.

"Andi Arief cuma bertanya kok, benar nggak itu. Kalau dilihat penyampaian, begitu," imbuh dia.

Sebelumnya Andi Arief dalam akun Twitternya menuliskan bahwa ada kabar 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok.

Baca: Pacar Baru Sule Disebut Bernama Naomi Zaskia, Artis Muda Usia 22 Tahun Blasteran Bali Jerman?

Namun Twit Andi Arief yang diposting pada Rabu malam pukul 20.00 WIB itu kemudian sudah tidak tampak pada linimasa akun twitternya itu.

Twitt tersebut yakni: "Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya. Karena ini kabar sudah beredar,".

Jajaran KPU dan Bawasalu kemudian mengecek mengenai informasi tersebut ke Tanjung Priok.

Setelah dicek Ketua KPU memastikan bahwa kabar surat suara yang telah dicoblos itu hoaks alias kabar palsu.

Baca: BREAKING NEWS - Hari Ini, Pertamina Turunkan Harga Pertalite Rp 150/Liter, Pertamax Lebih Besar Lagi

Twitt Andi Arief itu pun berbuntut panjang. Relawan TKN Jokowi-Maruf melaporkan tiga orang yang diduga menyebarkan kabar palsu itu ke Bareskrim Polri.

Satu dari tiga orang itu berinisial A. Relawan TKN, Suhadi mengatakan pelaporan dilakukan karena kabar palsu itu berpotensi membuat masyarakat tidak percaya pada proses Pemilu.

Hai Guys! Berita ini ada juga di TRIBUNNEWS.COM

Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved