Sosial Media

Nurhadi-Aldo Trending Saingi Jokowi-Maruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno, Bukan untuk Pilpres 2019

Nurhadi-Aldo Jadi Trending Saingi Jokowi-Maruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno, Bukan untuk Pilpres 2019

Nurhadi-Aldo Trending Saingi Jokowi-Maruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno, Bukan untuk Pilpres 2019
tribunnews.com
Capres fiktif Nurhadi Aldo 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Nurhadi-Aldo Jadi Trending Saingi Jokowi-Maruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno, Bukan untuk Pilpres 2019.

Mungkin sebagian dari kamu sudah ada yang mengenal tokoh bernama Nurhadi-Aldo yang merupakan Capres dan Cawapres fiktif yang populer di dunia maya, tak kalah dengan pasangan Jokowi-Maruf Amin atau Prabowo-Sandiaga Uno.

Beda dengan Jokowi-Ma'ruf Amin atau Prabowo-Sandiaga Uno, Nurhadi-Aldo bisa menjadi trending di media sosial karena menjadi capres-cawapres fiktif, bukan untuk Pilpres 2019.

Ya, beberapa pekan terakhir ini, para pengguna media sosial diperkenalkan dengan pasangan calon presiden wakilnya bernama Nurhadi-Aldo.

Pasangan calon presiden dan wakil presiden fiktif, Nurhadi-Aldo, menyindir politikus dan pemerintah dengan meme atau guyonan seperti dikutip dari Tribun Wow yang melansir laman BBC Indonesia.

Baca: Pacar Baru Sule Disebut Bernama Naomi Zaskia, Artis Muda Usia 22 Tahun Blasteran Bali Jerman?

Baca: Momen Ifan Seventeen Injakkan Kaki ke Rumah Tanpa Dylan Sahara Usai Tsunami Banten dan Lampung

Baca: Luna Maya Galau Ikut Curhat Usai Syahrini Curhat Dapat Jodoh Dari Tuhan, Untuk Reino Barack?

Baca: Nagita Slavina Tuliskan Nama Khusus Ayah Rafathar, Raffi Ahmad di Ponsel Bukan Papah Sayang Baby

Sekilas, poster Nurhadi-Aldo tampak seperti pasangan politikus yang sungguh-sungguh ingin memikat para pemilih: dua pria setengah baya bersongkok, dengan nama partai dan slogan kampanye.

Namun ketika diamati baik-baik, nama Nurhadi ditulis dengan tinta merah pada bagian "DI" dan nama Aldo ditulis merah pada huruf "LDO".

Mereka diusung oleh "Koalisi Indonesia Tronjal Tronjol Maha Asyik".

Nurhadi-Aldo adalah pasangan calon presiden dan wakil presiden fiktif yang diciptakan oleh sekelompok anak muda yang merasa gerah dengan kampanye hitam yang banyak terjadi di panggung politik Indonesia.

"Di berbagai sosial media sekarang banyak kampanye hitam saling menjelekkan. Masyarakat mulai terkotak-kotak. Nurhadi-Aldo hadir untuk meredam itu, untuk meredam konflik antar kubu," kata salah satu anggota Tim Sukses Nurhadi-Aldo, saat bicara dengan BBC Indonesia, Kamis (03/01).

Halaman
1234
Penulis: Noor Masrida
Editor: Restudia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved