Berita Kotabaru

Disbudpar Kotabaru Berlakukan Tarif Masuk Baru di Lokasi Wisata, Balita Tetap Rp 10 Ribu

Terhitung awal januari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kotabaru resmi menaikan tarif penggunaan

Disbudpar Kotabaru Berlakukan Tarif Masuk Baru di Lokasi Wisata, Balita Tetap Rp 10 Ribu
Banjarmasinpost.co.id/helriansyah
Lebih setahun digratiskan, Disbudpar mengenakan tarif pengunjung yang menggunakan fasilitas toilet di wisata Siringlaut. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Terhitung awal januari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kotabaru resmi menaikan tarif penggunaan fasilitas aset daerah di lokasi wisata. Baik di wisata kuliner ataupun di wisata pantai.

Pemberlakuan resmi tarif baru diberlakukan Disbudpar, sesuai diatur dalam peraturan daerah (Perda) nomor 5 tahun 2018. Selain retribusi masuk obyek wisata, pengunjung Siringlaut juga dikenakan tarif penggunaan fasilitas.

Seperti penggunaan toilet, pengunjung dikenakan tarif Rp 2.000 untuk buang air besar atau buang air kecil. Tidak kecuali fasilitas digunakan pedagang di wisata kuliner.

Sebelumnya Disbudpar mengenakan tarif sewa Rp 200 ribu pertahun. Dengan peraturan yang baru, masing-masing pedagang dikenakan tarif sewa Rp 250 ribu perbulan.

Baca: Via Vallen Bakal Berduet dengan Rhoma Irama, Pasti Seru! Catat Tanggalnya

Baca: Ini 8 Fakta Buronan Nomor Satu Tinombala yang Dipimpinan Ali Kalora, Tega Mutilasi Warga, Sadis!

Sementara tarif masuk obyek wisata Pantai Gedambaan misalnya, Disbudpar mengenakan Rp 10 ribu ditambah asuransi Rp 1.000 perjiwa. Tidak. Kecuali balita hingga usia ke bawah.

Kepala Disbudpar Kotabaru Khairian Anshari membenarkan, awal januari pihaknya memberlakukan tarif baru masuk lokasi wisata Pantai Gedambaan sesuai Perda nomor 5 tahun 2018.

Pengunjung dikenakan tarif perjiwa Rp 11 ribu dengan rincian retribusi masuk wisata Rp 10 ribu, sedangkan untuk asuransi Rp 1.000.

"Tidak ada lagi klasifikasi usia. Anak-anak, dewasa sama Rp 11 ribu (termasuk asuransi). Karena tidak mungkin hanya orang tua saja, anak-anak tidak diasuransikan," jelas Khairian kepada banjarmasinpost.co.id, Sabtu (5/1/2018).

Meski demikian, diadakannya asuransi setiap pengunjung. Tambah Khairian, pihaknya tetap mengintensifkan pengawasan untuk keselamatan pengunjung.

"Dengan ada asuransi, jika terjadi apa-apa pada pengunjung Disbudpar akan memfasilitasi klaim asuransi. Sesuai ketentuan yang disepakati," ucapnya.

Baca: Mbah Mijan dan Wirang Birawa Beda Penerawangan Soal Syahrini dan Reino Barac, Faktanya?

Baca: Bripka Matheus Tembak Kepalanya Sendiri, Kombes Didik: Bunuh Diri dengan Posisi Duduk

Halaman
12
Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved