Pilpres 2019

Ini Respons Edy Rahmayadi Saat Disebut Gila Oleh Banyak Orang, ke Psikiater?

Ini Respons Edy Rahmayadi Saat Disebut Gila Oleh Banyak Orang, ke Psikiater?

Ini Respons Edy Rahmayadi Saat Disebut Gila Oleh Banyak Orang, ke Psikiater?
BOLASPORT.COM
Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi pada acara kerja sama PSSI-BRI, Rabu (1/8/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ini respons Ketum PSSI sekaligus Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat disebut banyak orang bahwa dirinya sudah tidak waras atau gila.

Respons Edy Rahmayadi itu diungkapkannya saat rapat koordinasi persiapan Pemilu dan Pilpres 2019 di Aula Raja Inal Siregar, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, pada Jumat lalu.

"Saat ini banyak yang mengatakan bahwa saya ini orangnya gila, saya tidak tahu juga, nanti saya pingin juga berobat ke psikiater saya ini udah gila atau belum," ujarnya. 

Dalam kesempatan itu, Edy Rahmayadi meminta ASN tidak ikut campur dalam urusan kampanye atau mengkampanyekan orang lain, baik itu saudara kandung sekalipun.

Baca: Kabar Syahrini & Reino Barack Menikah, Nia Ramadhani, Jessica Iskandar, Billy Syahputra Justru Kaget

Baca: Penyebab Brigpol Dewi Dipecat Bukan Foto Bugil ke Napi, Hotman : Selingkuh 2 Perwira Polda Sulsel

Baca: Jawaban Mengejutkan El Rumi Saat Disebut Lebih Bahagia Bareng Maia Estianty Ketimbang Ahmad Dhani

Baca: Penjelasan Prabowo-Sandiaga Uno Kenakan Jas Hitam dan Dasi Merah di Surat Suara Pilpres 2019

Baca: Sindiran Ruhut Sitompul ke Andi Arief Usai Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Pilpres 2019 Terungkap

"Saya ingin menyampaikan, awal segalanya, yang pertama adalah aturan main, sudah diatur dalam undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang aparatur sipil negara.

Pegawai ASN menjaga agar tidak menjadi konflik dalam menjalankan tugasnya. Setiap PNS dilarang memberikan dukungan kepada yang," katanya.

Kegiatan kali ini membahas bagaimana kenyamanan selama menjelang pemilu yang sudah tinggal menunggu bulan.

Rapat koordinasi ini diagendakan pada pukul 14.00 WIB pada surat undangan tersebut, namun Edy Rahmayadi turut menyesalkan sikap dari para jajaran yang mengikuti kegiatan.

Dalam menjaga netralitas dan guna mencegah pengunaan fasilitas negara, adanya tindakan menguntungkan suatu calon, jika ASN mendampingi berkampanye, wajib mengambil cuti di luar tanggungan negara.

"Hukuman disiplin ringan tertulis, kemudian hukuman berat akan ada pemecatan," ujarnya.

Edy Rahmayadi
Edy Rahmayadi (superball.id)
Halaman
12
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved