Berita HST

Lewat Program Ini Pemkab HST Berhasil Mengurangi Angka Kekumuhan di Barabai

Persoalan kekumuhan tak hanya milik Banjarmasin saja di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, juga mengalami hal serupa.

Lewat Program Ini Pemkab HST Berhasil Mengurangi Angka Kekumuhan di Barabai
BANJARMASINPOST.CO.ID/HANANI
Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Persoalan kekumuhan tak hanya milik Banjarmasin saja di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, juga mengalami hal serupa.

Bedanya hanya pada angka. Jika angka kekumuhan di Banjarmasin mencapai 549,7 hektare pada 2015 lalu dan menjadi 380 hektare pada 2017 lalu. Di Hulu Sungai Tengah angkanya lebih sedikit.

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Hulu Sungai Tengah mencatat pada 2014 lalu mencapai 180 hektare. Dan angka ini berkurang pada awal 2018 hanya tersisa 80 hektare saja lagi.

Pengurangan ini tak lepas dari program pengentasan kekumuhan. Di Hulu Sungai Tengah program pengentasan kekumuhan berupa program bedah rumah. Maklum saja, kategori kekumuhan di Hulu Sungai Tengah terbanyak karena ketidakteraturan bangunan.

Baca: Sosok Vanessa Angel yang Digerebek Prostitusi Online di Surabaya, Polisi : 1 Mucikari Tersangka

Baca: Polisi Sebut Nama Vanessa Angel Korban Prostitusi Online di Surabaya, Masih Ada Artis Cantik Lain

Baca: Pengakuan Manajer Vanessa Angel Soal Penggerebekan Prostitusi Online Artis FTV di Surabaya

Baca: Tarif Prostitusi Online Vanessa Angel Diungkap Polisi Usai Penggerebekan Artis FTV di Surabaya

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Hulu Sungai Tengah, M Fajarudin, membeberkan jika program bedah rumah berasal dari Dana Alokasi Khusus sebanyak 300 unit rumah.

Alokasi ini diperuntukan untuk kawasan kumuh di Kecamatan Barabai. Sedangkan dari APBN dana reguler ada beberapa daerah yang diusulkan seperti Pandawan, Labuan Amas Selatan, dan Labuan Amas Utara.

Di luar dari itu, menggunakan APBD. "Karena terbatas satu desa bisa dua unit, per unit dibantu Rp 15 juta," jelasnya.

Untuk penghitungan kategori tak kumuh lagi ada beberapa poin mulai dari tersedia air, sanitasi, pemadam kebakaran, akses jalan, dan lainnya. "Kalau fasilitas pemadam di sini sudah banyak. Sisanya yang masih kami bangun dan berkoordinasi dengan SKPD lain," jelasnya.

Ke depan, ia menarget akan ada program bangun rumah. Yakni untuk keluarga kurang mampu tanpa rumah. Apalagi, di Hulu Sungai Tengah banyak rumah yang memiliki banyak kepala keluarga.

"Tapi ini masih wacana. Syaratnya mereka wajib memiliki lahan sendiri," tuntasnya. (banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved