Berita Tapin

Awal Mei 2019, Manajemen Rumah Sakit Umum Handayati Usulkan Akreditasi

Rumah Sakit Umum Handayati di Jalan Haji Isbat, Kelurahan Kupang, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, belum terakredi

Awal Mei 2019, Manajemen Rumah Sakit Umum Handayati Usulkan Akreditasi
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Rumah Sakit Umum Handayati di Jalan Haji Isbat, Kelurahan Kupang, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Rumah Sakit Umum Handayati di Jalan Haji Isbat, Kelurahan Kupang, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, belum terakreditasi.

Itu karena Rumah Sakit Umum (RSU) Handayati baru diresmikan Pj Bupati Tapin, H Gusti Syahyar pada 27 Agustus 2018 lalu.

Upaya mengusulkan akreditasi sudah dilakukan pihak manajemen RSU Handayati. Terbukti sekitar 40 persen sudah tercapai. Itu baru berupa dokumen.

"Persyaratan akreditasi rumah sakit kami ini sekitar 40 persen berupa dokumen. Secara bertahap akan kami daftarkan pada awal Mei ini," ujar Direktur RSU Handayati, dr Mardiati kepada Banjarmasinpost.co.id, Selasa (7/1/2018).

Baca: Lagi Ustadz Abdul Somad Pamerkan Foto Lawas, Kali Ini Pakai Jersey Sepakbola

Baca: Pengusaha Surabaya Masih Berutang 70 Persen di Kasus Prostitusi Online yang Libatkan Vanessa Angel

Baca: KONI Kalsel Serahkan GOR dan Stadion 17 Mei Banjarmasin ke Pemprov Kalsel, 2019 Direnovasi

Direktur Rumah Sakit Umum Handayati, dr Mardiati
Direktur Rumah Sakit Umum Handayati, dr Mardiati (banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid)

Mardiati mengaku sesuai aturan akreditasi rumah sakit yang baru dibangun itu sekitar dua tahun, sudah harus terakreditasi.

Manajemen RSU Handayati, jelasnya sudah mengupayakan akreditasi itu dengan mendatangi Kantor Kementerian Kesehatan RI di Jakarta pada 2 Januari 2019 lalu.

"Saya langsung ke Jakarta. Ternyata pendaftaran akreditasi penuh hingga April ini," katanya.

Sejauh ini, Mardiati mengaku prihatin juga dengan pertanyaan beberapa pasien peserta BPJS Kesehatan di wilayah Kabupaten Tapin, yang berobat.

Namun, manajemen RSU Handayati tak dapat memberikan pelayanan bagi pasien peserta BPJS karena sesuai aturan dari Pemerintah Pusat, bahwa BPJS Kesehatan hanya dapat bekerjasama dengan rumah sakit yang terakreditasi.

Menurut Mardiati, manajemen RSU Handayani ini sudah mengusulkan bentuk kerjasama demgan BPJS Kesehatan di Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

"Itu jauh sebelum keluar aturan baru yang mengharuskan komitmen dan akreditasi. Ternyata komitmen dan kewajiban akreditasi rumah sakit itu berlaku bagi rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan," katanya. (banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved