Berita Banjarmasin

Begini Penampakkan Kelotok Wisata Baru Milik Dishub Banjarmasin, Ada yang Berbeda

Selain Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Banjarmasin, kini Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin juga meluncurkan kelotok wisata.

Begini Penampakkan Kelotok Wisata Baru Milik Dishub Banjarmasin, Ada yang Berbeda
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
kelotok wisata milik Dishub tidak diperuntukkan kepada umum. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Selain Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Banjarmasin, kini Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin juga meluncurkan kelotok wisata.

Namun bedanya, kelotok wisata milik Dishub tidak diperuntukkan kepada umum.

Desain kelotok wisata yang dimodifikasi oleh Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin disinyalir lebih safety dibandingkan kelotok wisata lainnya.

Terutama yang saat ini digunakan untuk susur sungai, yakni kelotok beratap yang sering kali dinaiki pengunjung.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik kepada Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina memperlihatkan kelotok wisata di Kantor Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Senin (7/1/2019).

Kelotok itu berwarna biru dengan kursi motif sasirangan.

Baca: Daftar Lengkap Pemenang Golden Globes 2019, Mulai First Man hingga Spiderman: Into the Spider-Verse

Baca: Daftar Kutipan Kocak Capres Cawapres Fiktif Nurhadi-Aldo yang Viral di Masa Kampanye Pilpres 2019

Baca: Saat di Malaysia, Ustadz Abdul Somad Terpesona Karantina Tahfiz Alquran, Sebut Soal Politik

Baca: Pertanyaan Vulgar Baim Wong pada Nagita Slavina Saat di Jepang, Istri Raffi Ahmad Teriak Gila!

Serta tanpa atap (bubungan) yang bisa dinaiki.

Ichwan menerangkan, kelotok tersebut merupakan modifikasi atas inisiatif dirinya.

Dibuat sesuai standar transportasi sungai tanpa meninggalkan khas dan kenyamanan penumpang agar tetap bisa menikmati susur sungai di Kota Banjarmasin.

Meski tak dipungkiri, wisatawan susur sungai saat ini selalu menaiki atap kelotok, dan duduk di atasnya.

Bahkan disampaikan Ibnu Sina, bagi wisatawan ada anggapan bukan naik kelotok namanya apabila tidak berada di atap kelotok.

"Memang harus ada perubahan mindset. Selama ini memang ada anggapan bahwa belum naik kelotok kalau belum naik ke atap," ucap Ibnu.

Pihaknya juga sudah melakukan pendekatan dengan motoris kelotok wisata di Siring Pierre Tendean untuk merubah desain kelotok.

Selain itu memperluas bagian belakang dari alat transportasi wisata tersebut.

(Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved