Tajuk

‘Hiburan’ Artis

DI tengah keprihatinan duka tsunami Selat Sunda dan meningkatnya eskalasi politik jelang pilpres, publik tersentak disuguhi ‘hiburan’ ulah artis FTV.

‘Hiburan’ Artis
Screenshot/Banjarmasin Post
Banjarmasin Post Edisi Cetak 7 Januari 2019 

BANJARMASINPOST.CO.ID - DI tengah keprihatinan duka tsunami Selat Sunda dan meningkatnya eskalasi politik jelang pilpres, publik tersentak disuguhi ‘hiburan’ ulah artis cantik Film Televisi (FTV) populer ibu kota.

Perhatian publik yang tertuju pada peluncuran jadwal debat kandidat pasangan capres-cawapres Pemilu 2019 yang dimulai pada 17 Januari mendatang, sejenak tergeser oleh geger ulah artis yang terciduk melakukan praktik prostitusi online. ‘Hiburan’ yang menggemparkan jagat dunia hiburan negeri ini dalam sekejab viral di media sosmed dan menjadi suguhan hangat headline di berbagai media online, cetak maupun elektronik.

Pentasnya ‘hiburan’ artis yang tersangkut praktik prostitusi online itu terjadi di Surabaya, Sabtu (5/1) sekitar pukul 12.30 WIB. Anggota Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim menggerebek sebuah kamar hotel di Surabaya yang dijadikan ajang prostitusi online. Dua artis cantik terciduk saat melayani tamu dalam kamar hotel itu berinisial VA (27) yang merupakan artis terkenal FTV dan artis pemula berinisial AV. Selain dua artis cantik ini, penyidik juga mengamankan dua mucikari dan seorang asisten artis sebagai saksi.

Nah, perkembangannya, dua artis cantik ini diperiksa sebagai saksi korban demikian pula asisten artis juga sebagai saksi. Penyidik telah menetapkan status hukum dua mucikari sebagai tersangka. Dan, yang mungkin bakal menghebohkan lagi, episode pengembangan berikutnya. ‘Nyanyian’ tersangka mucikari memberikan keterangan adanya indikasi keterlibatan artis cantik lainnya di jaringan prostitusi bertarif Rp 300 juta.

Kita tentu berharap penyidik kepolisian mengedepankan profesionalisme dan dapat mengungkap jaringan prostitusi online hingga ke akarnya. Tak hanya cukup menjerat tersangka mucikari, tapi juga mereka yang terlibat dalam transaksi prostitusi.

Tentunya, sebuah praktik prostitusi tidak akan terjadi jika hanya ada mucikari yang berdiri sendiri, tetapi juga karena ada wanita penjaja seks komersial dan lelaki penikmat seks komersial. Mereka yang terlibat sebagai operator sistem aplikasi yang menawarkan jasa-jasa prostitusi online juga sudah seharusnya dibidik polisi.

Terungkapnya kasus prostitusi online melibatkan dua artis, makin menambah deret panjang nama-nama artis populer yang mencoreng citra artis di negeri ini. Artis sebagai publik figur di dunia entertainment tentulah memiki fans yang terkadang fanatik memujanya. Ketika seorang artis terjerat dalam perilaku salah, melanggar hukum dan memalukan, publik dan penggemarnya dibuat kecewa. Dan, itu tentu menjadi bumerang bagi karir artis bersangkutan.

Publik tentu tak ingin mendapat suguhan ‘hiburan’ artis semacam ini. Menghayati seni peran secara profesional dalam sebuah cerita FTV, sinetron atau film layar lebar, merupakan poin kehebatan seorang artis. Tapi, kalau penghayatan perannya sampai kebablasan hingga terjerumus dalam dunia hitam kehidupan nyata, inilah yang bikin hancur masa depan. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved