Berita Banjarbaru

Karhutla Sangat Merugikan, Paman Birin Ingin Setiap SKPD Pemprov Kalsel Punya Satu Alat Pemadam

Pria yang kerap disapa Paman Birin ini menginginkan itu karena berkaca tahun kemarin ketika ada karhutla SKPD masih bergantung dan menunggu BPBD.

Karhutla Sangat Merugikan, Paman Birin Ingin Setiap SKPD Pemprov Kalsel Punya Satu Alat Pemadam
istimewa
Tim penanggulangan Karhutla saat melakukan pemadaman lahan yang terbakar di Desa Panggangmarak, Kecamatan Labuanamas Selatan, HST 7 Agustus 2018 lalu 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diharapkan memiliki alat pemadam. Hal itu diharapkan oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor di beberapa kesempatan.
Pria yang kerap disapa Paman Birin ini menginginkan itu karena berkaca tahun kemarin ketika ada karhutla SKPD masih bergantung dan menunggu BPBD baru turun sebab alasannya tak ada alatnya.

Dalam beberapa kesempatan,  ia menyebut karhutla mempengaruhi banyak hal. Mulai dari kesehatan sampai dengan perekonomian.  "Berapa banyak penerbangan yang tertunda karena karhutla,  tentu itu merugikan banyak pihak,"  ujarnya. 

Sahbirin menyebut,  mengatasi karhutla menjadi PR bersama.  Ia mengehndaki,  jika sebelumnya Kalsel masih dikepung api,  maka tahun ini api yang dikepung. 

"Saya yakin kita sebagai manusia makhluk yang berakal,  api bukan makhluk yang berakal jadi seharusnya yang mengepung api.  Kecuali mahluk yang berakal membakarnya ini perlu diawasi,  semua harus berperan aktif mengatasi karhutla, " ujarnya. 

Baca: Sering Dikaitkan Mistis? Solusi Ustadz Abdul Somad & Ustadz Khalid Basalamah Jika Ular Masuk Rumah

Baca: Lion Air Tunda Penerapan Bagasi Berbayar Sepekan, Akan Diberlakukan pada 15 Januari 2019

Baca: Deddy Corbuzier Ungkap Alasan Artis Cewek & Cowok Terjerat Prostitusi Online Usai Vanessa Angel

Untuk mengatasi karhutla,  pria yang akrab disapa Paman Birin ini mengarahkan setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD)  lingkup Pemprov untuk menganggarkan satu mesin pemadam api.  Masin itu,  ujarnya,  bisa digunakan jika terjadi kebakaran di sekitar kantor yang bersangkutan, sehingga tidak perlu menunggu petugas pemadam datang. 

“Saya minta setiap SKPD memiliki mesin dan regu pemadam sendiri. Boleh dianggarkan, tetapi yang penting jangan dikorupsi, dan harga mesin dan perlengkapan hanya Rp5 juta, saya pikir itu bisa dianggarkan, ” beber Paman Birin

Dia mengilustrasikan,jika pemprov ada 50 SKPD maka akan ada 50 mesin dan 50 regu pemadam. Menurutnya,  pemadaman dibantu helikopter tidaklah membanggakan.  Sebab memerlukan biaya yang tak sedikit. 

“Kalau lahan tidak dibiarkan tidur dan digarap dengan baik, maka tidak akan terbakar. Untuk itu kelola lahan dan manfaatkan lahan tidur, sehingga tidak terbakar,” katanya. 

Diketahui, sepanjang tahun 2018 silam,  terjadi 946 kali kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan 727 titik panas (hotspot).

Kepala BPBD kalsel, Wahyuddin menjelaskan  ada beberapa catatan untuk perbaikan karhutla di 2018. 
Misalkan, untuk sumur bor diharapkan tahun depan bisa lebih efektif lagi dan dimanfaatkan optimal. Dimana sumur bor dikoordinasikan dengan stake holder kebencanaan lainnya. 

"Misalkan BPBD punya desa tangguh bencana, Maggala Agni punya program partoli karhutla, intansi lain masyarakat peduli aopi. Itu kalau digabung satu tempat dan terkoordinasi bisa bagus dan optimal. Kalau sumur bor ditaruh dilokasi yang tidak jelas siapa yang mau pakai?," kata Wahyuddin.  

Disebutkan dia, catatan lainnya, ditengara tahap pencegahan lebih baik dari tahap pemadaman. "Karena itu tahun depan untuk lahan gambut di guntung damar, dibuat kanal kanal atau dijadikan lahan produktif," sebut Wahyuddin.

Selanjutnya, juga ada catatan di mana sinergitas satgas antara pemerintah masyarakat dan dunia usaha tetap dipertahankan. Termasuk pola strategi pemadaman. "Tahun depan pemadaman diubah harus menjadi lebih awal, sebelum siang. karena kalau sore membesar apinya," kata Wahyuddin.(banjarmasinpost.co.id/lis).

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved