Berita HST

Razia di Pasar Pantai Hambawang, Petugas Satpol PP HST Tak Temukan Anakan Ikan di Pedagang

Sayangnya, hasilnya tak seperti di Pasar Pasar Keramat dan Pasar Agrobisnis Moderen Barabai beberapa hari sebelumnya.

Razia di Pasar Pantai Hambawang, Petugas Satpol PP HST Tak Temukan Anakan Ikan di Pedagang
Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi
Hasil razia anakan ikan yang dibawa di halaman Kantor Bupati Kabupatem Hulu Sungai Tengah, Jumat (4/1). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI -  Setelah razia pada Jumat (4/1/2019), Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan bersama Satpol PP Kabupaten Hulu Sungai Tengah mendapatkan 33 baskom anakan ikan di  Pasar Keramat dan Pasar Agrobisnis Moderen Barabai.

Kemarin, Selasa (8/1/2019) razia serupa juga digelar pada pasar lainnya yang ada di HST yakni Pasar Pantai. Sayangnya, hasilnya tak seperti di Pasar Pasar Keramat dan Pasar Agrobisnis Moderen Barabai beberapa hari sebelumnya. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahahan Pangan dan Perikanan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Sunar Wiwarni, mengatakan jika dari hasil razia tidak ditemukan pedagang membawa anakan ikan.

"Kami sudah memeriksa ke sana. Tidak ada ditemukan pedagang membawa anakan ikan," ujarnya.

Larangan menangkap dan menjualbelikan anakanikan sudah diatur dalam Perda. Hal ini dilarang  pada Peraturan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah Nomor 16 Tahun 2011 Perlindungan Sumberdaya Ikan dan Larangan Penangkapan Ikan dengan Alat Setrum dan Potas atau Sejenisnya.

Baca: Link Video & Foto Vanessa Angel Diburu Usai Kasus Prostitusi Online, Cek Bahaya Pornografi ke Otak

Baca: Respons Adik Billy, Uta Syahputra Usai Ditawari Pekerjaan Kriss Hatta: Gua Beli Pencucian Mobil

Baca: Bukan Gading Marten, Julie Estelle Dikabarkan Dekat dengan Mantan Maia Estianty Pebalap Pengusaha

Larangan penangkapan ikan diatur dalam pasal 9 yakni dilarang melakukan penangkapan ikan dalam Daerah ini dengan menggunakan alat setrum atau putas atau sejenisnya. Kemudian pada pasal 10 ayat (1) Dilarang melakukan penangkapan dan atau perdagangan benih-benih ikan (anak-anak ikan) lokal ekonomis tinggi untuk keperluan konsumsi.

Kemudian pada ayat (2), Benih-benih ikan (anak-anak ikan) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah meliputi benih ikan tauman, gabus, papuyu, biawan, dan sapat siam.

Untuk menjaga ekosistem air tawar, pihaknya akan terus dilakukan selama musim ikan. Apalagi, saat musim ikan seperti ini anakan ramai ditangkap dan diperjualbelikan di pasar.

"Kami juga sudah sosialisasi sebelum melakukan razia ini," katanya. (banjarmasinpost.co.id/wie)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved