Berita Tanahbumbu

15 Orang Anak Punk dan Pengemis Diciduk Satpol PP Tanbu, Ada yang Coba Kabur

Dua di antaranya sempat mencoba melarikan diri di wilayah Pagatan Kecamatan Kusan Hilir. Namun, setelah dikejar, akhirnya bisa diamankan.

15 Orang Anak Punk dan Pengemis Diciduk Satpol PP Tanbu, Ada yang Coba Kabur
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Jajaran Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tanahbumbu kembali mengamankan sejumlah anak jalanan (anak Punk) dan pengemis di wilayah Satui dan Pagatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Jajaran Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tanahbumbu kembali mengamankan sejumlah anak jalanan (anak Punk) dan pengemis di wilayah Satui dan Pagatan.

Dua di antaranya sempat mencoba melarikan diri di wilayah Pagatan Kecamatan Kusan Hilir. Namun, setelah dikejar, akhirnya bisa diamankan.

Total orang yang diamankan, ada sebanyak 15. Setelah itu langsung digelandang ke kantor Satpol PP Tanahbumbu untuk diperiksa. Setelahnya, semuanya terdata adalah pendatang.

Ada dua lokasi penangkapan yakni di Satui dan Pagatan. Untuk di wilayah Satui ada sebanyak 13 orang dan di Pagatan ada dua orang yang dipimpin langsung Kasat Pol PP Tanbu H Riduan.

Menurut H Riduan, penertiban yang dilakukan setelah dirinya mendapatkan laporan keluhan yang sudah meresahkan masyarakat. Setelah itu, jajarannya langsung turun ke lapangam untuk mengintai hingga akhirnya mengamankan 15 orang tersebut.

"Semuanya pendatang dan serahkan ke Dinas Sosial untuk tindak lanjutnya," katanya.

Baca: Respons Ustadz Yusuf Mansur Usai Jokowi Jenguk Ustadz Arifin Ilham, Simak 5 Faktanya

Baca: Sikap Presiden Jokowi Saat Menjenguk Ustadz Arifin Ilham, Lihat Juga Ketika Anies Baswedan Jenguk

Baca: Ikuti Via Vallen, Nella Kharisma Cover Lagu Selow, Bandingkan Video Klipnya di Sini

Kepala Bidang PPUD Satpol PP Tanbu, M Jaelani, menambahkan, untuk di wilayah Satui ada 7 orang anak punk yang terdori dari satu perempuan dan 6 laki-laki. Selain itu juga ada pria yang meminta-minta, satu orang berkedok jual buku-buku, satu orang pria yang diduga sebagai bosnya bersama satu anaknya.

"Semuanya bukan dari warga Tanahbumbu. Ada yang dari Jawa, kalteng, kaltim, banjarbaru, banjarmasin dan untuk gepeng dari Semenep Madura," katanya.

Semunya dilakukan penyidikan dari PPNS dan dikenakan sanksi perda dan serahkan ke Dinsos. Sementara untuk anak jalanan, selain diberikan binaan, juga dites HIV oleh dinas kesehatan. "Hasilnya belum ada pemberitahuan dari Dinkes," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved