Kalselpedia

Kalselpedia : Pesona Bahalap, Wisata dan Ikon Kabupaten Batola di Provinsi Kalimantan Selatan

Kalselpedia : Pesona Bahalap, Wisata dan Ikon Kabupaten Batola di Provinsi Kalimantan Selatan

Kalselpedia : Pesona Bahalap, Wisata dan Ikon Kabupaten Batola di Provinsi Kalimantan Selatan
banjarmasin post group/ edi nugroho
Penampakan Jembatan Barito dari samping 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Kalselpedia : Pesona Bahalap, Wisata dan Ikon Kabupaten Batola di Provinsi Kalimantan Selatan.

Kabupaten Baritokuala (Batola) adalah daerah yang didukung struktur rawa dan ada di pesisir muara laut. 

Kondisi geografis itu menampilkan panorama alam yang indah. Baik sungai, daerah pesisir maupun jembatan sebagai sarana penghubung.

Berikut sejumlah ikon Kabupaten Batola yang menjadi destinasi wisata.

1. Jembatan Sungai Barito

Penampakan Jembatan Barito dari samping
Penampakan Jembatan Barito dari samping (banjarmasin post group/ edi nugroho)

Siapa tak kenal dengan Jembatan Barito, Kabupaten Batola. Jembatan ini dibangun pada pemeritahan Presiden Soeharto pernah tercatat sebagai rekor MURI jembatan gantung terpanjang di Indonesia. Jembatan ini merupakan penghubung tranportasi provinsi Kalsel dan Kalteng atau jembatan yang menghubungkan jalan trans Kalimantan. Jalan ini merupakan jalan poros yang menghubungkan dua provinsi bertetangga yaitu provinsi Kalimantan Tengah
Jembatan ini melintang di atas Sungai Barito, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Secara administratif, jembatan ini berada di wilayah Kabupaten Barito Kuala dan berjarak 15 km dari Kota Banjarmasin. Jembatan ini memiliki panjang 1.082 meter yang melintasi Sungai Barito selebar 800 meter dan Pulau Bakut selebar 200 meter. Jembatan ini terdiri dari jembatan utama sepanjang 902 meter, dan jembatan pendekat 180 meter, dengan lebar 10,37 meter Merupakan akses jalan Trans Kalimantan dari Banjarmasin menuju ke Palangkaraya dan sebaliknya. Ketinggian ruang bebas jembatan utama 15 - 18 meter, sehingga bisa digunakan untuk lalu lintas perairan seperti Kapal Tongkang. Jembatan Barito sering disebut pula jembatan Pulau Bakut, sesuai nama delta (pulau kecil) yang ada di bawahnya atau jembatan pulau Bakut, sesuai nama daerah tepi barat sungai Barito (sungai Banjar). Jembatan ini pertama kali diresmikan pada tanggal 24 April 1997 oleh Presiden Soeharto., sebelum ada jembata ini masyarakat sangat mengandalkan jalur transportasi seperti sungai menggunakan alat transpor seperti boat atau kapal bermotor untuk menuju ke Banjarmasin atau sebaliknya .

2. Jembatan Rumpiang

Jembatan Rumpiang, salah satunya merupakan akses menghubungkan Kecamatan Cerbon dengan Kecamatan Marabahan,Kabupaten Batola.
Jembatan Rumpiang, salah satunya merupakan akses menghubungkan Kecamatan Cerbon dengan Kecamatan Marabahan,Kabupaten Batola. (edi nugroho)

Jembatan Rumpiang adalah jembatan yamg membentang di atas sungai Barito, kota Marabahan, kabupaten Barito Kuala. Jembatan ini diresmikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 25 April 2008. Dengan hadirnya jembatan tersebut akan memperlancar arus lalu lintas dari Kota Marabahan menuju Banjarmasin dan sebaliknya yang sebelumnya harus menggunakan kapal feri untuk menyeberangi Sungai Barito. Jembatan Rumpiang sendiri memiliki total panjang bentang 753 meter dengan bentang utama sepanjang 200 meter menggunakan konstruksi pelengkung rangka baja. Pembangunan Jembatan Rumpiang dimulai sejak akhir tahun 2003, menggunakan dana baik dari APBN maupun APBD Kabupaten Barito Kuala dan Pemprov Kalimantan Selatan sebesar Rp174,5 miliar. Jembatan ini saat ini juga digunakan sebagai spot foto.

3. Pulau Kembang

Pulau Kembang Monyet
Pulau Kembang Monyet (banjarmasinpost.co.id/yayu)

Merupakan sebuah delta yang terletak di Sungai Barito. Pulau Kembang adalah salah satu primadona yang ada di Banjarmasin, yang bisa kita kunjungi setelah Pasar Terapung. Pulau ini secara administratif masuk dalam wilayah Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala. Namun untuk menuju kesana biasanya masyarakat melalui Kota Banjarmasin karena lokasinya lebih dekat yakni berada sebelah Barat Kota Banjarmasin. Pulau yang terletak di tengah Sungai Barito ini pada dasarnya adalah sebuah delta yang terbentuk secara alami. Pulau Kembang merupakan hutan wisata yang berada dikawasan konservasi di bawah pemangkuan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan seluas 60 Ha. Pulau Kembang ini tidak dihuni manusia namun didominasi oleh fauna seperti kera ekor panjang dan bekantan. Meskipun tidak dihuni manusia pulau ini memiliki keterkaitan dengan masyarakat Kalimantan Selatan khususnya Banjarmasin.

Halaman
12
Penulis: Edi Nugroho
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved