Kini Tidak Ramah Bagi Manusia, 20 Ribu Tahun Lalu, Sahara adalah Oasis Bagi Makhluk Hidup

Namun, 20.000 tahun yang lalu area ini merupakan oasis bagi berbagai makhluk hidup dan begitulah nasibnya 20.000 tahun lagi.

Kini Tidak Ramah Bagi Manusia, 20 Ribu Tahun Lalu, Sahara adalah Oasis Bagi Makhluk Hidup
Vivien Cumming/BBC
Gurun Sahara 

BANJARMASINPOST.CO.ID — Pada saat ini, sahara adalah gurun yang kering dan tidak ramah bagi manusia.

Namun, 20.000 tahun yang lalu area ini merupakan oasis bagi berbagai makhluk hidup dan begitulah nasibnya 20.000 tahun lagi.

Para peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) menganalisis deposit debu yang berada di pesisir Afrika barat selama 240.000 tahun terakhir.

Secara khusus, mereka mempelajari isotop langka yang disebut thorium pada setiap lapisan untuk mengetahui seberapa cepat ia berakumulasi di dasar laut.

Hasil analisis para peneliti yang dipublikasikan dalam jurnal Science Advances mengungkapkan bahwa Sahara dan Afrika Utara berubah-ubah iklimnya antara basah dan kering setiap 20.000 tahun sekali.

Baca: Manajer Vanessa Angel Tertipu Rp 20 Juta oleh Oknum Polda Jatim untuk Tutup Kasus Prostitusi Online

Baca: Kalselpedia : Pesona Bahalap, Wisata dan Ikon Kabupaten Batola di Provinsi Kalimantan Selatan

Baca: Sikap Langka Rafathar pada Baim Wong & Paula Verhoeven Saat Liburan Raffi Ahmad & Nagita Slavina

Baca: Mantan Denny Sumargo, Dita Soedarjo Rela Mengepel Lantai Saat Bertukar Posisi Jadi Karyawan Kafe

Baca: Reaksi Karni Ilyas Saat Tahu Sosok yang Buatnya Tak Jadi Moderator Debat Pilpres 2019

Perubahan ini disebabkan oleh berubahnya sumbu Bumi ketika mengorbit Matahari.

Pasalnya, perubahan sumbu Bumi memengaruhi distribusi cahaya Matahari antarmusim.

Ketika Bumi berada pada posisi untuk menerima cahaya Matahari maksimum pada musim panas, aktivitas muson di area Afrika Utara menjadi semakin intens sehingga Sahara pun menjadi hijau.

Sebaliknya, bila posisi bumi mengurangi datangnya cahaya Matahari musim panas, maka Sahara pun menjadi kering seperti saat ini.

Dilansir dari Xinhua, Kamis (3/1/2019); Associate Professor MIT, David McGee berkata bahwa penemuan ini mengungkap lebih banyak mengenai sejarah gurun Sahara, terutama untuk mengetahui kapan manusia hidup di area tersebut dan menyeberanginya untuk keluar dari Afrika.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sahara Tidak Selalu Gurun, Iklimnya Berubah-ubah Tiap 20.000 Tahun"

Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved