Berita Tanahbumbu

Nama Masjid Diubah Pihak Donatur, Warga Sungai Lembu Ancam Copot Sendiri

Warga Desa Sungai Lembu Kecamatan Kusan Hilir Kabupten Tanahbumbu mengadu kepada Camat Kusan Hilir sebelum bertindak sendiri.

Nama Masjid Diubah Pihak Donatur, Warga Sungai Lembu Ancam Copot Sendiri
HO/Kecamatan Kusan Hilir
Camat Kusan Hilir Dewi Murni, mengadakan rapat pertemuan dengan masyarakat dan musfika yakni Danramil, Kapolsek, MUI kecamatan, KUA Kecamatan untuk menyikapi laporan warga soal perubahan nama Masjid. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Warga Desa Sungai Lembu Kecamatan Kusan Hilir Kabupten Tanahbumbu mengadu kepada Camat Kusan Hilir sebelum bertindak sendiri.

Mereka mengajak bermusyawarah sebelum ada tindakan dari warga desa. Menindak lanjuti itu, Camat Kusan Hilir Dewi Murni, mengadakan rapat pertemuan dengan masyarakat dan musfika kecamatan seperti Danramil, Kapolsek, MUI kecamatan, KUA Kecamatan.

Masyarakat mengeluh lantaran masjid Darul Hasanah kini diubah sepihak oleh donatur yang merenovasi masjid menjadi H Taharudin/Nurul Hasanah.

Terang saja warga dan pengurus masjid dan warga menolak karena nama tersebut sejak awal tak pernah berganti. Namun, kini diganti sendiri dan tidak ada persetujuan.

Merasa telah mendanai renovasi masjid, maka donator tersebut merubah seenaknya. Bahkan mengancam, bila tidak setuju, maka bisa tidak salat di masjid tersebut atau mengembalikan uangnya.

Baca: Perasaan Gisella Anastasia Jalani Sidang Cerai dengan Gading Marten, Ngaku Sedih Malah Tertawa

Baca: Ciri Artis Akan Bernasib Sama Seperti Vanessa Angel Dalam Kasus Prostitusi Online Kata Wirang Birawa

Permasalahan ini lah yang dibahas di Gedung 7 Februari Pagatan, agar ada solusi yang tepat. Masyarakat meminta agar nama asal dikembalikan dan mencabut papan nama berjalan di dalam masjid dan tulisan di luar masjid.

Namun, pihak donatur tidak datang dan perwakilannya juga tak datang bahkan pengakuan warga, undangan yang dikirimkan ditolaknya.

Marsude alias Podeng, cucu dari pendiri masjid ini mengatakan ada 5 tokoh yangembangun masjid tersebut yaitu H Kandu, H Durrahman, H Hanafin,H Asyikin dan Kandu. Namun, tidak ada yang menempatkan namanya untuk masjid itu.

"Saya terkejut karena nama masjid ini berubah. Setahu saya,embuat nama atau merubah nama itu prosesnya panjang. Bukannya seenak merubah begitu apalagi ada nama seseorang di masjid itu," katanya.

Makanya kami minta agar dikembalikan ke asal. Masyarakat tidak terima dengan adanya perubahan nama tanpa adanya musyawarah dan langsung diganti donator yang telah merenovasi.

Baca: Kontes Durian 2019 di Danau Tamiyang Kabupaten Banjar, Tiap Kecamatan Bawa Lima Varietas

Baca: Viral di Tapin, Pencuri Bawa Dua Helm Jamaah Masjid Agung Humasa, Korbannya Hakim Pengadilan Agama

Halaman
12
Penulis: Man Hidayat
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved