Berita Kotabaru

Perahu Wisata Bantuan Provinsi Kurang Dimanfaatkan, Kadisbudpar Sebut ini

Dua buah perahu wisata bantuan provinsi untuk desa Taluk Tamiang dititipkan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotabaru

Perahu Wisata Bantuan Provinsi Kurang Dimanfaatkan, Kadisbudpar Sebut ini
istimewa
Satu dari dua buah perahu pariwisata yang masih ditempatkan di pesisir Siringlaut. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Dua buah perahu wisata bantuan provinsi untuk desa Taluk Tamiang dititipkan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotabaru, terkesan kurang memberikan manfaat.

Pasalnya, sejak bantuan diserahkan provinsi sekitar akhir desember 2018 lalu, dua buah perahu wisata tersebut hanya ditempatkan di pesisir Siringlaut dan terkesan hanya menjadi beban tambahan petugas Disbudpar Kotabaru.

Hampir setiap waktu petugas melakukan pengawasan, menjaga perahu tidak karam terlebih saat hujan deras.

Selain saat ini masih kerap terjadi gelombang besar, faktor cuaca yang kurang bersahabat.

Kepala Disbudpar Kotabaru Khairian Anshari mengatakan, dua perahu wisata bantuan provinsi untuk Teluk Tamiang yang dititipkan ke instansi dan belum diambil hanya akan menjadi beban Disbudpar.

Baca: Kalselpedia : Pesona Bahalap, Wisata dan Ikon Kabupaten Batola di Provinsi Kalimantan Selatan

Baca: Sikap Polisi pada Penyebar Hoaks Ustadz Arifin Ilham Meninggal Dunia, Jokowi & Maruf Amin Menjenguk

Baca: Sikap Langka Rafathar pada Baim Wong & Paula Verhoeven Saat Liburan Raffi Ahmad & Nagita Slavina

Baca: Reaksi Karni Ilyas Saat Tahu Sosok yang Buatnya Tak Jadi Moderator Debat Pilpres 2019

Baca: Mantan Denny Sumargo, Dita Soedarjo Rela Mengepel Lantai Saat Bertukar Posisi Jadi Karyawan Kafe

"Ya, pastilah akan jadi beban. Sementara kami keterbatasan petugas yang mengawasi, menjaga dan merawat. Khawatir karam apalagi musim gelombang besar. Sempat berapa kali talinya putus," ujar Khairian kepada banjarmasinpost.co.id, Rabu (9/1/2018).

Ditambahkan Khairian, belum diambil dua buah perahu wisata berbahan fiber masing-masing dilengkapi mesin dongfeng, pihaknya sudah beberapa kali mengkoordinasikan dengan kepala Desa Teluk Tamiang.

"Belum bisa dibawa ke Teluk Tamiang, alasannya karena musim gelombang besar," kata Khairian.

Bahkan tidak cuma itu, kata Khairian, ia juga memberitahukan ke camat Pulaulaut Tanjung Selayar, dengan harapan, camat bisa membantu mengingatkan kepala desa.

"Kalau perahu wisata dibawa Teluk Tamiang mungkin sangat bermanfaat," pungkasnya.

Mengurangi risiko kerusakan akibat gelombang, satu dua dari perahu wisata sebelumnya di parkir di pesisir Siringlaut telah dipindahkan ke Pantai Gedambaan.

Dipindahkannya satu buah perahu ke pantai gedambaan, lebih mudah pengawasan dan nyaman dari gelombang karena perahu bisa ditempatkan di pesisir pantai.

BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah

Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved