Berita Kesehatan

Mengapa Seseorang Bisa Hadir dalam Mimpi Kita? karena Cemburu atau Firasat Sesuatu

Bagi banyak orang, mimpi dipercaya lebih dari sekadar bunga tidur. Mereka menyakini jika mimpi adalah bagian dari firasat

Mengapa Seseorang Bisa Hadir dalam Mimpi Kita? karena Cemburu atau Firasat Sesuatu
Thinkstockphotos
Ilustrasi tidur cantik. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Bagi banyak orang, mimpi dipercaya lebih dari sekadar bunga tidur. Mereka menyakini jika mimpi adalah bagian dari firasat akan suatu peristiwa.

Lalu, apa artinya saat kita memimpikan seseorang dari masa lalu atau teman kantor yang sehari-hari pun jarang berinteraksi? Apakah ini mimpi benar-benar menjadi cara akan terjadinya suatu hal?

Mimpi memang tidak bisa diprediksi. Namun, bahkan mimpi buruk pun bisa merupakan hasil dari sesuatu atau seseorang yang ada dalam kehidupan nyata.

Ini terjadi karena otak memproses emosi nyata dalam hidup kita sehingga menghasilkan dunia yang sepenuhnya baru.

Baca: Menikah Dengan Eryck Amaral Desember 2018, Aura Kasih Sudah Hamil, Ternyata Ada Fakta Lain

Baca: Daftar Lengkap Bursa Transfer Liga Inggris 2018-2019, Klub Raksasa Malah Ramai Cuci Gudang

Baca: Detik-detik Percakapan Si Penculik Minta Tebusan Rp 150 Juta, Bernada Ancaman Polda Turun Tangan

Bahkan, ngobrol singkat selama lima menit dengan orang asing, bisa saja orang itu hadir dalam mimpi kita.

Menurut pakar kesehatan tidur Alesandra Woolley, munculnya seseorang dalam mimpi kita bisa saja terjadi karena belakangan ini kita banyak menghabiskan waktu dengannya.

Tapi, ini bisa juga terjadi karena ada interaksi yang bermakna dan kesan yang melekat.

"Mimpi adalah salah satu cara otak kita memproses emosi, sehingga emosi apa pun yang terkait dengan hubungan atau koneksi individu dapat mengakibatkan mereka muncul dalam mimpi," katanya.

LeslieBeth Wish, seorang psikoterapis klinis berlisensi, mengatakan kita juga bisa masuk ke mimpi orang lain meskipun belum melihat atau berbicara dengannya selama bertahun-tahun.

Ini bisa terjadi jika seseorang melihat kita atau foto yang mirip kita, berbicara dengan orang-orang yang mengenal kita, atau melihat karakter dalam buku atau film yang membuat mereka memikirkan kita.

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved