Kriminalitas Regional

Penangkapan Mantan Ketua DPRD Surabaya Menegangkan, Hingga Wisnu Terjang Motor Jaksa

erpidana kasus korupsi aset BUMD PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim, Wisnu Wardhana (WW) ditangkap Kejaksaan Negeri

Penangkapan Mantan Ketua DPRD Surabaya Menegangkan, Hingga Wisnu Terjang Motor Jaksa
(Dokumentasi Kejati Jawa Timur)
Penangkapan Mantan Ketua DPRD Surabaya oleh tim jaksa di Jalan Raya Kenjeran Surabaya, Rabu (9/1/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SURABAYA - Terpidana kasus korupsi aset BUMD PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim, Wisnu Wardhana (WW) ditangkap Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Rabu (9/1), pukul 06.30 WIB di Jalan Kenjeran, Surabaya.

Drama penangkapan Wisnu Wardhana berlangsung tegang. Dipimpin langsung oleh Kepala Kejari Surabaya, Teguh Darmawan beserta Tim Intelijen dan Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Surabaya, penangkapan Ketua DPRD Surabaya periode 2009-2014 ini juga diwarnai insiden.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya, Teguh Darmawan mengatakan, penangkapan Wisnu War-dhana berlangsung dramatis. Drama dimulai, sekitar tiga pekan sebelum penangkapan, tim intelejen dari Kejari Surabaya melacak keberadaan Wisnu terpantau di luar kota.

Kemudian, Rabu (9/1) dini hari, tim dari kejaksaan mendeteksi keberadaan Wisnu sedang berada di dalam sebuah gerbong kereta api dalam perjalanan menuju Surabaya. Tak berselang lama, sekitar pukul 05.50 WIB, tim intelejen Kejari Surabaya mendapati Wisnu sudah turun dari Stasiun Kereta Api Pasar Turi, Surabaya.

Baca: Ustadz Arifin Ilham Bakal Diterbangkan ke Penang Malaysia, Begini Sikap Putranya Alvin Faiz

Baca: Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Sumba Tengah Pukul 2.56 Wita

Baca: Serbuan Ubur-ubur Paling Beracun, Ribuan Warga Australia Dilumpuhkan hanya Dalam 3 Hari

Setelah memastikan keberadaan Wisnu, tim intelejen melakukan penguntitan. Saat itu Wisnu tak seorang diri. Dia bersama dengan seorang pria yang ternyata anaknya.

Dalam perjalanan itu, Wisnu yang kala itu mengendarai sebuah mobil berwarna abu-abu dengan nomor polisi M 1732 HG justru memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi menuju arah Jembatan Suramadu.

Lantaran tak ingin buronannya melarikan diri, sekitar pukul 06.30 WIB, tim langsung berusaha membekuknya di Jalan Kenjeran, Surabaya. Dari sanalah penangkapan tak berjalan mulus. Wisnu berupaya melarikan diri.

Saat berada di kawasan Jalan Kenjeran Surabaya, salah seorang petugas berusaha menghentikan mobil yang dikendarai Wisnu dengan menghadangkan sepeda motor yang dikendarainya.

Baca: Kronologi Lengkap & Video Viral Penangkapan Mantan Ketua DPRD Surabaya oleh Kejari Surabaya

Baca: Hasil Manchester City vs Burton Albion Carabao Cup Skor Akhir 9-0, Satu Kaki Man City di Final

Mengetahui ada sepeda motor yang melintang di depan mobilnya, Wisnu bukannya menyerahkan diri, malah menabrak sepeda motor yang dikendarai jaksa tersebut.

Beruntungnya, jaksa dari tim intelejen Kejari Surabaya melompat ke sisi jalan yang kosong.

Saat itulah mobil Wisnu tak mampu melaju lagi lantaran terganjal sepeda motor yang berada di bawah mobilnya, sejumlah personel tim intelejen berusaha membuka paksa pintu mobil tersebut.

Setelah beberapa lama, Wisnu akhirnya keluar dari mobil dengan bertopi dan mengenakan masker. Wisnu langsung ditangkap dan digelandang ke kantor Kejari Surabaya.

Teguh menjelaskan, Wisnu lantas digelandang ke Lapas Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo untuk menjalani hukuman sebagaimana putusan kasasi MA.

Wisnu terjerat kasus korupsi pelepasan dua aset berupa tanah dan bangunan milik BUMD PT PWU Jatim di Tulungagung dan Kediri di 2013 lalu. Ketika proses pelepasan aset, Wisnu menjabat Ketua Tim Penjualan Aset PT PWU dan Kepala Biro Aset.

Pada April 2017, Wisnu Wardhana divonis 3 tahun penjara dan denda Rp 200 juta serta uang pengganti sebesar Rp 1,5 miliar oleh Pengadilan Tipikor Surabaya. Tidak puas dengan putusan Pengadilan Tipikor, Wisnu mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jatim dan vonisnya berkurang menjadi satu tahun. Atas putusan PT tersebut, Kejaksaan Tinggi Jatim mengajukan kasasi ke MA, yang lantas menjatuhkan hukuman 6 tahun penjara. Selain hukuman badan, Wisnu juga dihukum membayar denda Rp 200 juta dan hukuman tambahan berupa membayar uang pengganti sebesar Rp 1.566.150.733.(surya.com/tribunnews)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved