Tajuk

Persaingan Menguntungkan

EKSPANSI ritel modern berskala nasional di banua seperti Alfamart, Indomaret begitu gencar. Belasan ribu gerai tumbuh subur bak cendawan

Persaingan Menguntungkan
tribunjabar.com
Ilustrasi: Marketing Director Alfamart Ryan Alfons Kaloh melayani pembeli pada Hari Pelanggan Nasional di Gerai Alfamart, Jalan Supratman, Kota Bandung, Jumat (4/9/2015). Pada acara tersebut juga diserahkan satu unit Avanza kepada Lina Yulianti pemenang program Ambipur Photo Contest. Kegiatan ini bertujuan untuk lebih mendekatkan diri dengan pelanggan, sekaligus memotivasi karyawan agar memiliki spirit cerdas dan peduli dalam memberikan pelayanan. 

EKSPANSI ritel modern berskala nasional di banua seperti Alfamart, Indomaret begitu gencar. Belasan ribu gerai tumbuh subur bak cendawan di musim penghujan dalam beberapa tahun belakangan ini.

Sumber Nielsen Ritail Audit, membeberkan data secara nasional hingga Juni 2018 jumlah gerai Indomaret mencapai 15.526 gerai.

Seolah tak mau kalah bersaing, Alfamart juga menunjukkan perluasan gerai yang signifikan. Hingga Juni 2018 tercatat ada sebanyak 13.522 gerai.

Belasan ribu ritel modern inipun telah menjangkau banua. Lihat saja di daerah kabupaten kota Kalsel, Indomaret maupun Alfamart muncul di titik-titik strategis jalan raya nasional, provinsi, jalan kabupaten dan jalan-jalan kota.

Persaingan dua ritel besar ini begitu terbuka. Di mana ada Indomaret, disitu pula ada Alfamart. Demikian sebaliknya. Kehadiran ritel modern inipun mulai akrab dengan masyarakat banua. Apalagi ritel modern ini mengusung konsep pelayanan dan produk yang dikemas kekinian. Kehadirannya yang menjangkau ke pelosok jalan kelurahan kecamatan makin memudahkan masyarakat mencari kebutuhan sehari-hari tak jauh dari tempat tinggalnya.

Lalu bagimana dengan kelangsungan nasib toko atau minimarket lokal. Kehadiran ritel modern yang menyediakan produk barang kebutuhan sehari-hari ini tentulah berdampak. Persaingan pasar pun jelas terjadi baik antar sesama ritel modern, maupun dengan minimarket lokal.

Pemerintah daerah, tentulah harus melindungi usaha lokal agar tidak tergerus habis oleh ekspansi ritel modern luar. Diantaranya dengan menciftakan iklim persaingan usaha yang sehat. Mengendalikan jumlah ritel modern agar tidak mendominasi minimarket atau pasar lokal tradisional sebagaimana yang dilakukan oleh Pemko Banjarbaru dalam bentuk kebijakan moratorium. Ritel modern bahkan diwajibkan merangkul UMKM atau usaha lokal setempat sehingga keberadaannya memberi kontribusi yang saling menguntungkan dan mengangkat usaha mikro. Alfamart misalnya menggandeng toko dan minimarket lokal lewat program SSP (Store Sales Point).

Tumbuhnya ritel modern ini seharusnya memotivasi pengelola minimarket lokal agar lebih kreatif dalam mengelola usahanya jika tidak ingin habis terlindas. Harus cermat dan cepat mengikuti tren selera pasar sehingga harus ada inovasi pelayanan dan produknya.

Persaingan usaha antar dan intern ritel modern, minimarket lokal, tentu tak bisa dihindarkan. Namun demikian, seharusnya dengan pengaturan iklim usaha sehat sedemikian rupa yang diikuti dengan kreatif pengelola usaha dan kerja sama kemitraan, persaingan itu bukan menciftakan mesin destruktif, tapi justru konstuktuf dan saling menguntungkan. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved