Wanita Tergemuk di Provinsi Kalteng

Tim Sepakat Evakuasi Titi Wati Wanita Tergemuk di Kalteng Dilaksanakan Jumat

Tim terdiri dari pihak RSUD Doris Sylvanus, Dinas Kesehatan Kalteng dan Kota Palangkaraya serta Dinas Sosial setempat disepakati evakusi Jumat.

Tim Sepakat Evakuasi Titi Wati Wanita Tergemuk di Kalteng Dilaksanakan Jumat
tribunkalteng.com/faturahman
Titi Wati (37) hingga, Kamis (10 1 2019) masih tengkurap di kamar rumahnya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Setelah melalui rapat bersama tim yang dibentuk untuk melakukan evakuasi terhadap Titi Wati (37) wanita beranak satu dengan bobot 350 kilogram tinggal di rumah kontrakan di Jalan G Obos XXV Gang Bima, Palangkaraya.

Tim terdiri dari pihak RSUD Doris Sylvanus, Dinas Kesehatan Kalteng dan Kota Palangkaraya serta Dinas Sosial setempat disepakati pelaksanaan evakusi dilakukan Jumat (11/1/2019) pagi pukul 08.00 wib dengan cara mengeluarkan penderita obesitas dari rumah kontrakan dengan membobol jendela untuk memperbesar pintu keluar rumah.

"Tim sudah sepakat Jumat besok jendela sekitar pintu keluar di bobol untuk mengeluarkan Titi Wati yang mengidap obesitas sehingga tubuh gemuknya bisa dikeluarkan dari dalam rumah kontrakan hingga bisa diangkut menggunakan mobil pikap dengan penutup terpal menuju RSUD Doris Sylvanus," ujar Wakil Direktur RS Doris Sylvanus, dr Theodorus Sapta Atmadja, Kamis (10/1/2019).

Baca: Gagal Dapat Rp 150 Juta, Penculik Turunkan Siswi SMPN 5 Banjarbaru Dalam Kondisi Tangan Dilakban

Baca: Reaksi Cathy Sharon Usai Nama dan Fotonya Dicatut Prostitusi Online Usai Ramai Vanessa Angel

Dikatakan, berbagai persiapan telah dilakukan oleh tim diantaranya, mempersiapkan tukang untuk membobol dinding dan jendela sekitar pintu sehingga bisa bertambah besar untuk mengeluarkan pasien keluar rumah, menyediakan mobil pikap sebagai angkutan pasien ke RS, mempersiapkan ruangan dan tempat tidur pasien serta tenaga medis dan perawat serta peralatan untuk pasien tersebut.

"Semua sudah disiapkan, kami juga sudah mendatangkan dokter hingga belasan orang dari Bali dan dokter dari Kalteng termasuk ahli gizi yang bekerjasama dengan UPR untuk membantu.Soal pembiayaan karena beliau tidak mampu, akan ditanggung pemerintah," ujar Wakil Direktur RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya, Theodorus Sapta Atmadja. (banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved