Berita Banjarmasin

50 Anggota Gapensi Kalsel Berkurang, Kontraktor Kecil Minta Naikkan Nilai Proyek Rp 5 Miliar

50 Anggota Gapensi Kalsel Berkurang, Kontraktor Kecil Minta Naikkan Nilai Proyek Rp 5 Miliar

50 Anggota Gapensi Kalsel Berkurang, Kontraktor Kecil Minta Naikkan Nilai Proyek Rp 5 Miliar
hasby
H Gt Rusliansyah dan Wijaya Abikarsa Musda Gapensi Kalsel menjelaskan syarat menjadi calon Ketua Gapensi Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tak hanya di nasional, jumlah anggota DPD Gabungan Pelaksana Kontruksi Nasional (Gapensi) Kalsel juga mengalami penurunan drastis tiap tahun.

Menurut Wakil Ketua I DPD Gapensi Kalsel, H Gusti Rusliansyah, Jumat (11/1), di tahun 2012 jumlah anggotanya mencapai 1362 dari 13 Kabupaten Kota.
"Tiap tahun jumlah terus berkurang dimana tahun 2013 masih 1235 anggota, 2014 jadi 1160, 2016 hanya 945 dan 2017 menjadi 940. Namun, di tahun 2018,_jumlah anggota merosot jadi 700-an saja," ungkapnya.

Banyaknya anggota Gapensi yang mundur dipengaruhi beberapa faktor di antaranya nilai proyek tender untuk pengusaha kecil antara nol hingga 2,5 miliar saja.

"Anggota Gapensi Kalsel sekitar 85-90 persen lebih pengusaha kecil. Bila proyek di bawah 2,5 miliar yang turun ke daerah hanya 100 tender, sedangkan anggota yang ikut 500-an, berarti banyak tidak kebagian kue," jelas Rusli.

Otomatis, lanjut dia, perusahaan kesulitan beropersional dan berdampak tidak bisa menjalankan roda usaha dan memilih mundur.

Baca: Syahrini Pamer Foto Main Ski Bareng Cowok di Pegunungan Alpen, Mantan Luna Maya, Reino Barack?

"Saya secara pribadi sudah sering mengusulkan nilai proyek perusahaan kecil di naikkan Rp 5 miliar hingga nantinya lebih banyak dapat tender. Otomatis, perusahaan kecil cukup banyak kebagian kue," tegasnya.

Selain itu asosiasi jasa kontruksi sekarang ini cukup banyak, lebih 40 asosiasi secara nasional sehingga ada anggota yang pindak ke asosiasi lain.

"Belum lagi tender proyek-proyek fisik berbasis e-procurement juga menjadi salah satu penurunan jumlah keanggotaan. Dulu setiap pelaku usaha rata-rata memiliki beberapa perusahaan jasa kontruksi. Lelang berbasis e-procurement sudah tidak memungkinkan untuk melakukan hal seperti itu," katanya.

Baca: Respons Hotman Paris Saat Mantan Mucikari Robby Abbas Sebut Artis Terlibat Prostitusi Online

Namun, dari segi administrasi kebijakan pemeritah dengan mengeluarkan tender proyek-proyek fisik berbasis e-procurement cukup bagus, untuk tertib administrasi.

Belum lagi adanya regulasi dari pemerintah yang berubah-ubah, ini berdampak juga buat anggota Gapensi.

"Kita berharap ada kebijakan dari pemerintah yang lebih memperhatikan pengusaha kecil dan tidsk hanya kontrantor besar," pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/ syaiful anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved