Kriminalitas Regional

Investasi 'Abal-abal' Bitcoin: Di Malaysia Korban Dijemput Ferrari dan Menginap di Hotel Mewah

Ketika itu pada 8 Mei 2016, Andre serta 24 anggota jaringan BTC Panda bertolak ke Malaysia untuk menghadiri malam apresiasi bagi para anggota.

Investasi 'Abal-abal' Bitcoin: Di Malaysia Korban Dijemput Ferrari dan Menginap di Hotel Mewah
Dokumentasi Andre Effendi
Anggota jaringan investasi virtual Bitcoin saat malam apresiasi di salah satu Hotel di Malaysia, 8 Mei 2016. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PANGKAL PINANG - Andre Effendi (49) berulangkali membolak-balik berkas laporan polisi yang ditaruh di sebuah meja.

Pikirannya pun menerawang. Mengingat kembali saat masa awal tergiur investasi virtual menggunakan Bitcoin.

Ketika itu pada 8 Mei 2016, Andre serta 24 anggota jaringan BTC Panda bertolak ke Malaysia untuk menghadiri malam apresiasi bagi para anggota.

Sejumlah mobil mewah, termasuk di antaranya Ferrari, tiba di bandara untuk mengantarkan para tamu menuju hotel.

"Kami merasa yakin. Semua pelayanan yang kami terima terbilang mewah. Bahkan Ferrari pun digunakan menjemput kami," kata Andre saat berbincang dengan Kompas.com, Jumat (11/1/2019).

Baca: Tersangka Kasus Hoaks Surat Suara Tercoblos Bertambah, Begini Penjelasan Polisi

Baca: Liga 1 2019 - Ini Kebijakan Aneh Liga Indonesia, Ternyata 4 Negara Peserta Piala Asia 2019 Memakai

Baca: Ustadz Yusuf Mansur Sebut Identitas Pemilik Pesawat Jet Pribadi yang Bawa Ustadz Arifin Ilham

Andre merupakan leader untuk jaringan wilayah Bangka, Kepulauan Bangka Belitung. Ia hadir berombongan untuk melihat langsung potensi investasi Bitcoin yang pendaftarannya dilakukan melalui situs internet.

"Acara di hotel dihadiri sekitar 500 orang dari berbagai negara," ujarnya.

Usai malam apresiasi, anggota jaringan BTC Panda kemudian dikenalkan dengan pengelola inti berinisial HM dan NO. Selain presentasi investasi, mereka juga saling memperkenalkan anggota keluarga masing-masing.

"Bertamu ke rumah mereka dan saya tahu orangnya anak profesor. Bagaimana tidak yakin?," ujarnya.

Belakangan semua yang dipaparkan dalam skema investasi tidak berjalan sesuai harapan. Uang ratusan juta terlanjur digelontorkan untuk membeli Bitcoin.

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved