Pilpres 2019

Janji Ira Koesno Pada Pemirsa Televisi Jelang Debat Capres Pilpres 2019

Janji Ira Koesno Pada Pemirsa Televisi Jelang Debat Capres Pilpres 2019

Janji Ira Koesno Pada Pemirsa Televisi Jelang Debat Capres Pilpres 2019
tribunnews.com
Moderator Ira Koesno saat memimpin debat Pilkada DKI Jakarta putaran kedua di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (12/4/2017). Ira Koesno kembali menjadi Moderator untuk kedua kalinya dalam debat yang bertemakan 'Dari Masyarakat Untuk Jakarta' serta adanya pertanyaan dari berbagai komuitas yang diundang oleh KPU DKI Jakarta. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Moderator debat perdana calon presiden (Capres) Pilpres 2019, Ira Koesno, ingin debat nanti berlangsung 'nendang', meskipun pertanyaan telah diberikan ke kandidat sebelum penyelenggaraan debat.

Menurut dia, menjadi tugasnya dan Imam Priyono sebagai moderator debat capres Pilpres 2019 untuk menyampaikan kembali pertanyaan ke pasangan calon (paslon) dengan bahasa mudah dipahami publik.

Hal ini penting, supaya publik yang mengikuti debat capres Pilpres 2019 mengerti apa yang menjadi pertanyaan dan bagaimana penjelasan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin maupun  pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Bagaimana caranya, walaupun pertanyaan sudah diberikan, tetapi ini juga mudah dipahami oleh publik dan memang bunyi, tetap nendang gitu," kata Ira saat ditemui di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (10/1/2019) malam.

Baca: Respons Hotman Paris Saat Mantan Mucikari Robby Abbas Sebut Artis Terlibat Prostitusi Online

Baca: Video Viral Pengantin Wanita Asal Tapin Menangis di Pelaminan Karena Dijodohkan

Baca: Kekhawatiran Baim Wong dan Paula Verhoeven Pada Anak Semata Wayang Raffi Ahmad dan Nagita Slavina

Baca: Melanie Ricardo Sebut Pacar Luna Maya Dimakan Teman, Syahrini Posting Sosok Ini Lain Apakah Reino?

Ira mengatakan, sebagai pemandu debat, ia dan Imam telah menyiapkan cara untuk melakukan penajaman pertanyaan dengan pemilahan frasa dan diksi yang dinilai tepat.

Sementara itu, Imam menambahkan, pertanyaan debat bisa jadi begitu rumit, kompleks, dan sangat akademik.

Menjadi tugasnya bersama Ira untuk mengartikulasikan pertanyaan itu menjadi 'bahasa publik'.

"Kata dan diksi apa yang memudahkan publik dari segala kalangan juga masuk dalam perdebatannya," ujar Imam, dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com.

Ira menambahkan, pertanyaan debat sifatnya hanya pemantik.

Meskipun pertanyaan telah diberikan ke paslon sebelum debat diselenggarakan, tetapi, itu tak akan mengurangi keseruan.

Halaman
123
Editor: Restudia
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved