Tajuk

Obesitas dan Pola Hidup Sehat

LEBIH lebih dari 40 juta orang dewasa di Indonesia mengalami kegemukan. Hal itu setara jumlah penduduk Jawa Barat, provinsi dengan jumlah penduduk

Obesitas dan Pola Hidup Sehat
Banjarmasinpost.co.id/fatturahman
Titi Waty alias Sintia (37) warga Jalan G Obos XXV penderita obesitas yang hanya bisa berbaring dan tengkurap di rumahnya selama enam tahun akibat obesitas. Bobot tubuhnya mencapai 350 kilogram sehingga membuat badannya seperti wanita raksasa. 

LEBIH lebih dari 40 juta orang dewasa di Indonesia mengalami kegemukan. Hal itu setara jumlah penduduk Jawa Barat, provinsi dengan jumlah penduduk terbesar, tetapi semuanya berisiko menderita berbagai penyakit degeneratif, mulai dari diabetes, serangan jantung, stroke, hingga kanker seperti dirilis kompas.com.

Seiring meningkatnya kesejahteraan rakyat dan bertambahnya jumlah penduduk usia produktif sebagai buah dari bonus demografi, jumlah orang dewasa gemuk dipastikan terus naik. Mereka terdiri dari orang yang baru kelebihan berat badan dibandingkan berat badan standar sesuai tinggi tubuh dan yang sudah masuk kategori obesitas.

Bahkan berdasar Riset Institut Pengukuran dan Evaluasi Kesehatan (IHME) Amerika Serikat, (kompas.com) merujuk Riset Kesehatan Dasar 2007 dan 2010, Indonesia masuk 10 besar negara dengan orang gemuk terbanyak.

Ada sejumlah orang yang menderita kegemukan yang luar biasa, contohnya Arya Permana, asal Karawang, Jawa Barat. Lalu terbaru adalah Titi Wati (37) yang tinggal di Jalan G Obos XXV Gang Bima, Kecamatan Jekanraya, Palangkaraya, Kalteng.

Obesitas yang diderita Titi mulai tampak pada usia 27 tahun. Sekitar lima tahun lalu berat badannya hanya 167 kg setelah lima tahun bobotnya makin besar hingga mencapai 350 kilogram. Karena ngemil berlebihan.

Masyarakat Indonesia terbiasa mengonsumsi karbohidrat berlebih. Nasi tetap menjadi makanan utama, sedangkan mi, ubi, dan roti sebagai makanan selingan. Meski Indonesia bangsa agraris, konsumsi sayur dan buah amat rendah. Kondisi itu bersamaan dengan meningkatnya konsumsi makanan olahan dan siap saji tinggi lemak, garam, dan gula.

Masalah global kegemukan bukan hanya masalah Indonesia. Riset IHME dalam jurnal The Lancet, Kamis (29/5) menyebutkan, jumlah orang gemuk di dunia naik dari 875 juta orang pada 1980 menjadi 2,1 miliar orang pada 2013.

Lalu bagaimana kita menyikapi keadaan ini agar generasi kita tidak terjebak dalam masalah yang sama. Ternyata pola sederhana yang diajarkan sejak nenek moyang kita dulu kayaknya bisa memecahkan masalah ini. Memang kelihatannya klasik, tapi banyak konsumsi sayur dan buah-buahan, juga sering mengonsumsi jamu tradisional plus rajin berolahraga, akan banyak membantu menekan kasus obesitas. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved