Siswi SMPN 5 Banjarbaru Diculik

Pascapenculikan Salah Satu Siswinya, Kepala SMPN 5 Banjarbaru Meminta ini Kepada Para Orangtua

Pasalnya pihak sekolah mengumpulkan semua siswa, pascatersiarnya kabar salah satu siswi jadi korban penculikan.

Pascapenculikan Salah Satu Siswinya, Kepala SMPN 5 Banjarbaru Meminta ini Kepada Para Orangtua
BPost Cetak
BPost cetak edisi Jumat (11/1/2019)

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - KAMIS (10/1) pagi, siswa SMP 5 Banjarbaru sudah terlihat sibuk.

Pasalnya pihak sekolah mengumpulkan semua siswa, pascatersiarnya kabar salah satu siswi jadi korban penculikan.

“Saya langsung kumpulkan seluruh siswa dan imbau agar menunggu jemputan di lingkungan sekolah saja. Kepada pihak orangtua juga saya imbau jangan telat menjemput anak," kata Kepala SMPN 5 Banjarbaru, Undi Sukarya, Kamis (10/1).

Undi menyayangkan peristiwa ini terjadi.

“Baru sekarang ini ada kejadian seperti ini. Padahal pagar sekolah berlaku buka tutup, penjaga sekolah pun siaga,” ujarnya.

Baca: Kepada Hotman Paris Jane Shalimar Mengaku Ditelepon Kekasih Vanessa Angel, Bibi Ardiansyah Lalu Stop

Baca: Gagal Mendapatkan Rp 150 Juta, Penculik Siswi SMPN 5 Banjarbaru Lakukan ini Pada Korbannya

Baca: Saat Masak Ikan, Tiba-tiba Muncul Bayangan Seperti Orang Berjubah Melintas di Atas Kepala

Baca: Terungkap Jet yang Dipakai Ustadz Arifin Ilham ke Malaysia Milik Orang Bernama Hamba Allah

Seandainya anak itu menunggu di area sekolah, kata Undi, pasti aman saja.

“Ini karena anak keluar dari lingkungan sekolah, kemudian berjalan menjauhi kawasan sekolah. Kami imbau anak-anak yang menunggu jemputan agar di lingkungan sekolah saja, karena kami juga sudah siapkan area dan fasilitas menunggu jemputan yang aman," ujarnya.

Menurut Undi, saat kejadian itu belum ada les tambahan.

“Jam pulang sekolah 15.15 Wita. Siswa kelas IX tak ada kegiatan ekstrakurikuler,” ujarnya.

Terkait penculikan, Undi mengaku mengetahui kabar siswanya jadi korban penculikan pada Rabu malam.

“Bahkan hingga tengah malam saya turut dibuat sibuk. Kamis pagi, polisi dari Polda juga datang minta keterangan. Sosok korban (AN) di sekolah biasa saja seperti anak-anak lainnya," ujarnya.

Soal membawa handphone, Undi mengatakan membawa handphone boleh-boleh saja, namun penggunaan secara terbatas.

“Terbatas dalam artian Hp boleh digunakan saat diperlukan untuk pembelajaran yang mengharuskan materi dari internet,” ujarnya.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Banjarbaru, Alamsyah, mengatakan aturan membawa hp dulu memang dilarang.

“Seiring perkembangan masing-masing sekolah dibolehkan mengatur kebijakan bawa hp, terutama untuk keperluan jemputan, ujian dan tugas dari sekolah,” ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved