Berita Banjar

Warga Tiwinganlama Mulai Kembangkan Madu Kalulut, Tanam Bunga Air Mata Pengantin

Warga Tiwinganlama Mulai Kembangkan Madu Kalulut, Tanam Bunga Air Mata Pengantin

Warga Tiwinganlama Mulai Kembangkan Madu Kalulut, Tanam Bunga Air Mata Pengantin
banjarmasin post group/ idda royani
KALULUT - Arul mengecek kotak pembudidayaan kalulut yang dikelolanya di Alimpung. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Diversifikasi usaha tani kini mulai dilakukan petani di Desa Tiwinganlama, Kecamatan Aranio. Sebagian dari mereka saat ini mengembangkan budidaya madu kalulut.

Mereka membudidayakan madu kalulut di kawasan Alimpung yang berjarak tempuh sekitar sepuluh menit dari induk desa. Kawasan ini sekaligus masuk dalam area kegiatan penghijauan yang di-support perusahaan swasta.

Pantauan di lokasi, saat ini sedikitnya ada 60 boks (kotak) pembudidayaam madu kalulut. Sebagian telah mulai memghasilkan madu namun masih sedikit, sementara itu sebagian kotak lainnya masih mulai fase koloni kalulutnya.

"Target kami hingga 500 kotak supaya saat panen nanti hasilnya bisa lebih terasa," ucap Arul, pengelola madu kalulut di Alimpung, Jumat (11/01/2019).

Baca: Tarif Melaney Ricardo Lebih Tinggi dari Vanessa Angel, Jika Ikut Prostitusi Online Versi Robby Abbas

Baca: Jelang Debat Capres Pilpres 2019, KPU Tolak Perubahan Visi Misi Prabowo-Sandiaga Uno

Baca: Syahrini Pamer Foto Main Ski Bareng Cowok di Pegunungan Alpen, Mantan Luna Maya, Reino Barack?

Ia menuturkan pengelolaan usaha madu kalulut tersebut melibatkan 15 orang warga Tiwinganlama sejak 18 Oktober 2019 lalu. Secara bergantian pihaknya mengecek dan menjaga kotak tersebut.

Guna mendapatkan kualitas dan kuantitas madu yang memuaskan, jelas Arul, pihaknya menanam bunga yang menjadi sumber makanan kalulut. Ada dua jenis bunga yang ditanam yakni Bunga Air Mata Pengantin dan Bunga Kaliandra.

Sebanyak 3.000 batang bunga yang akan ditanam di sekitar kotak pembudidayaan madu kalulut. Sebagian telah ditanam, sebagian lagi masih dalam pembesaran persemaian.

Selain itu, jelas Arul, pihaknya juga menanam pohon nangka di sekitar area tersebut. "Kalau nangka ini diisap kalulut untuk pembwlentukan kantong madunya. Kalau Bunga Air Mata Pengantin dan Kaliandra sumber saripati madunya," bebernya.

Dikatakannya, penanaman bunga maupun pohon nangka tidak bisa di lokasi yang jauh. Pasalnya radius atau jangkauan aktivitas kalulut hanya sejauh 300-an meter.

Lebih lanjut Arul menerangkan selain madu kalulut, pihaknya juga mengembangkan madu lebah sejak dua bulan lalu. Namun jumlahnya sedikit hanya delapan kotak. Empat boks di antaranya lebahnya mulai berkoloni.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved