Techno

Daftar 85 Aplikasi yang Dihapus Google dan Telah Infeksi Jutaan Perangkat Android

Daftar 85 Aplikasi yang Dihapus Google dan Telah Infeksi Jutaan Perangkat Android

Daftar 85 Aplikasi yang Dihapus Google dan Telah Infeksi Jutaan Perangkat Android
google
Tampilan baru Google Chrome di versi 69 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Aksi bersih-bersih dilakukan Google terhadap aplikasi Android yang bermasalah di toko aplikasinya.

Total sebanyak 85 aplikasi diklaim telah dihapus Google dari Play Store karena menyimpan malware yang menginfeksi perangkat Android.

Daftar aplikasi-aplikasi tersebut diketahui menyimpan malware berupa adware yang ditampilkan secara terus menerus ke layar smartphone pengguna Android.

Adware sangat menjengkelkan bagi pengguna smartphone karena mereka menampilkan iklan berupa banner atau pop-up yang memenuhi layar ponsel demi menghasilkan pundi-pundi bagi si pembuat.

Baca: Imbauan BNPB Saat Gunung Ibu Meletus dan Aktivitas Gunung Anak Krakatau Terkini

Baca: Link Live Streaming TVRI - Lazio vs Novara Calcio 16 Besar Coppa Italia Sabtu (12/1) Malam Ini

Baca: Selain Agnez Mo, Bandingkan Duet Jokowi dengan Ria Ricis Jennifer Bachdim Hingga Vincent Desta

Baca: Bawaslu Investigasi Komisoner KPUD Kotabaru, Gara-gara Postingan Foto Pose Dua Jari

Tak hanya menjengkelkan, adware yang telah menginfeksi perangkat dan terus-terusan menampilkan iklan, akan mempengaruhi daya tahan baterai.

Beberapa aplikasi yang dihapus Google menyamar sebagai aplikasi game, streaming TV, dan simulator remote control yang sudah diunduh sembilan juta pengguna Android di seluruh dunia.

Para peneliti dari Trend Micro, sebuah perusahaan keamanan siber, menemukan bahwa aplikasi-aplikasi tersebut bisa membombardir perangkat dengan iklan satu layar penuh secara berkala.

Iklan-iklan tersebut juga akan muncul ketika pengguna membuka kunci perangkat dengan mengawasi fungsi pembuka kunci layar ponsel.

Google, Chrome
Google, Chrome (GeekInsider.com)

Bahkan ketika pengguna sedang tidak berselancar di duni maya, aplikasi "abal-abal" tadi masih bisa menampilkan iklan.

Mereka bersembunyi dan berjalan di background aplikasi perangkat yang terinfeksi adware.

Halaman
1234
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved