Kisah Kakek Pemburu Piton

Inilah Beragam Senjata Berburu Ular Piton Milik Amad, dari Parang Melengkung Hingga Silet

Saat bekerja ia membawa seperangkat peralatan di tangan dan di pinggang serta alat bantu lainnya di tas kecil yang lusuh.

Inilah Beragam Senjata Berburu Ular Piton Milik Amad, dari Parang Melengkung Hingga Silet
Banjarmasinpost.co.id/salmah
Amad, warga Komplek Dharma Praja, Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Di usia merambat senja, 65 tahun, Amad yang tetap membujang itu mewarnai hari-harinya dengan memburu ular piton (python reticulatus).

Saat bekerja ia membawa seperangkat peralatan di tangan dan di pinggang serta alat bantu lainnya di tas kecil yang lusuh.

Mau tahu apa saja peralatannya? Berikut peralatan kerja yang selalu menyertai kakek pemburu ular piton (python reticulatus) tersebut.

Rujak besi. Bentuknya berupa batang besi seukuran diameter telunjuk orang dewasa dengan panjang batang sekitar 1,5 meter yang salah satu ujungnya lancip.

"Batang besi ini untuk merujak (menusuk-nusuk) rawa yang diperkirakan ada ularnya," ujar Amad.

Baca: Ular Piton 4 Meter Jatuh di Atas Ranjang, Lelaki Ini Pun Diliit Lalu Pemilik Rumah Bidikan Pistolnya

Baca: Amad Cebur ke Rawa dan Merasakan Sesuatu, Ternyata Ular Piton Sepajang 15 Meter, Tragis yang Terjadi

Baca: Berburu Ular Jadi Penghasilan Hidup, Amad Sering Dibelit Piton dan Dipatuk Ular Berbisa

Baca: Mirip Panji Petualang, Amad 40 Tahun Hidup Berburu Ular, Ribuan Piton Berbagai Ukuran Disikatnya

Kemudian di pinggang Amad ada sebilah parang. Jenis parang lais (panjang melengkung) ini gunanya sebagai alat pertahanan diri jika diserang ular, sekaligus menebas semak belular.

Amad juga tak pernah ketinggalan membawa tas selempang. Dalam tas kecil itu ada tali kenur yang biasa digunakan untuk mengikat ekor ular.

Amad, warga Komplek Dharma Praja, Banjarmasin
Amad, warga Komplek Dharma Praja, Banjarmasin (Banjarmasinpost.co.id/salmah)

Dalam tas itu juga ada beberapa gelang karet yang gunanya mengunci mulut ular setelah kepalanya ditangkap.

Masih dalam tas, juga ada beberapa pisau silet. Ini adalah senjata tajam yang ia andalkan untuk menguliti sawa jika harus dilakukan di tempat.

"Dengan silet ini saya menyayat tubuh ular dari bagian bawah kepala hingga ke ekor," terangnya.

Amad yang perokok juga menyimpan beberapa puntung rokok di tasnya. Seperti diceritakan di tulisan bagian pertama, puntung rokok berguna untuk mematikan ular sawa.

Puntung rokok dimasukkan ke mulut sawa. Supaya cepat tertelan, kemudian mulut ular dikantupkan dan diikat rapat dengan gelang karet. Beberapa waktu dibiarkan, ular pun mati.

Amad, warga Komplek Dharma Praja, Banjarmasin. Sang pemburu ular piton.
Amad, warga Komplek Dharma Praja, Banjarmasin. Sang pemburu ular piton. (Banjarmasinpost.co.id/salmah)

Apakah ada ilmu magis atau ritual tersendiri untuk menangkap ular? Menurut Amad ia tak punya ilmu dan tidak melakukan ritual apapun.

"Semua saya lakukan adalah berdasar pengalaman belaka. Dan alhamdulillah sampai sekarang tak ada mengalami celaka," pungkasnya.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved