Berita Tapin

Jembatan Kambang Kuning Dibongkar, Enam Desa di Kecamatan Hatungun Terancam Terisolir

Jembatan di Desa Kambang Kuning, Kecamatan Hatungun, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan akan dibongkar, Sabtu (12/1/2019) ini.

Jembatan Kambang Kuning Dibongkar, Enam Desa di Kecamatan Hatungun Terancam Terisolir
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Warga melintas di jembatan di Desa Kambang Kuning, Kecamatan Hatungun, Kabupaten Tapin, Sabtu (12/1/2019). Jembatan itu akses warga fari empat Desa. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Jembatan di Desa Kambang Kuning, Kecamatan Hatungun, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan akan dibongkar, Sabtu (12/1/2019) ini.

Pemerintah Kabupaten Tapin sudah menyiapkan material jembatan baja yang dapat dibongkar pasang akan disiapkan sebagai jembatan darurat.

Hartoyo, Kepala Desa Kambang Kuning mengaku pembongkaran jembatan itu berada di wilayah RT 1 berbatasan dengan Desa Matang Batas.

Menurutnya, pembongkaran jembatan itu rencananya cuma satu hari. Setelah jembatan darurat dipasang sudah dapat dilintasi.

"Itu kalau benar satu hari. Kalau lebih bakal enam desa yang terdampak tidak dapat melintas atau terisolasi sementara," katanya.

Baca: Berburu Ular Jadi Penghasilan Hidup, Amad Sering Dibelit Piton dan Dipatuk Ular Berbisa

Baca: Dishub Kotabaru Bakal Panggil Semua Pengelola, Antisipasi Keluhan Pengguna Jasa Parkir

Baca: Mirip Panji Petualang, Amad 40 Tahun Hidup Berburu Ular, Ribuan Piton Berbagai Ukuran Disikatnya

Enam desa yang bakal terancam terisolasi selama pemasangan jembatan darurat itu, yaitu Desa Lambang Kuning, Desa Tarungin, Desa Hatungun, Desa Batu Hapu, Desa Bagak dan Desa Asam Randah.

Ilan, Kepala Desa Hatungun, mengatakan keberadaan jembatan yang dibongkar itu merupakan akses utama warganya.

Itu karena menghubungkan akses wilayah beberapa desa di kecamatan Hatungun dengan beberapa desa di Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin.

"Sementara memasang jembatan darurat, warga kami di Desa Hatungun melewati jalan alternatif di wilayah Desa Kambang Kuning. Memutar sekitar dua kilometer," katanya kepada reporter Banjarmasinpost.co.id.

Ilan berharap pelaksana perbaikan jembatan dapat segera merampungkan pekerjaan jembatan itu agar warganya nyaman dan tidak memutar hingga dua kilometer.

Menurutnya, keberadaan jembatan itu juga akses warga Desa Telaga Bauntung, Kabupaten Banjar yang ingin melalui jalan pintas menuju Rantau, ibu kota Kabupaten Tapin.

Aulia, staf Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tapin mengatakan selama jembatan dalam perbaikan, warga dapat melintas di jembatan darurat.

"Jembatan darurat itu dipasang agar warga dapat melintas hingga perbaikan jembatan rampung. Selama pembongkaran dan pemasangan jembatan darurat, otomatis akses sementara ditutup dan warga mohon bersabar," katanya. (banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved