KalselPedia

KalselPedia - Desa Pulau Burung Tanahbumbu, Wisata Hutan Mangrove dan Bekantan

Desa Pulau Burung di Kabupaten Tanahbumbu adalah desa yang berada di pulau yang berbeda dari sejumlah pulau yang ada Kalimantan Selatan

KalselPedia - Desa Pulau Burung Tanahbumbu, Wisata Hutan Mangrove dan Bekantan
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Keindahan ojek wisata Desa Pulau Burung di Kabupaten Tanahbumbu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Desa Pulau Burung di Kabupaten Tanahbumbu adalah desa yang berada di pulau yang berbeda dari sejumlah pulau yang ada Kalimantan Selatan. Desa ini merupakan pulau yang sangat kecil dan masih bagian dari dari Provinsi Kalimantan Selatan.

Desa ini menjadi satu-satunya desa yang ukurannya beda dari pulau lain dan masih masuk wilayah Kabupten Tanahbumbu Provinsi Kalimantan Selatan, atau letaknya di Kecamatan Simpangempat.

Desa ini sebelumnya pernah berganti nama dari Pulau Burung menjadi Desa Pulau Panjang dan kembali berubah nama ke asal yakni Pulau Burung.

Jaraknya, hanya sekitar 10 sampai 15 menit untuk menyebrang menggunakan kapal dari kantor Satpolairud Polres Tanahbumbu.
Setelah itu, pengunjung bisa menikmati dan melihat dermaga Desa Pulau Burung. Dari kejauhan, akan tampak jembatan titian dan 5 unit gajebo di dermaga desa ini sebagai tempat bersantai.

Baca: KalselPedia - Inilah Lima Penjuru Pasar Tradisional yang Ada di Kota Banjarmasin

Baca: Kalselpedia : Daftar Wisata Kuliner Hits di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan

Baca: KalselPedia - Buah Ramania, Si Asam yang Nikmat untuk Rujak dan Pengganti Asam Jawa

Keindahan ojek wisata Desa Pulau Burung di Kabupaten Tanahbumbu.
Keindahan ojek wisata Desa Pulau Burung di Kabupaten Tanahbumbu. (banjarmasinpost.co.id/man hidayat)


Dari dermaga itu, masyarakat akan langsung menikmati wisata hutan mangrove. Bahkan, bila beruntung, mereka akan melihat ikon kalimantan yaitu Bekantan yang hidup di wilayah Desa Pulau Burung ini.

Selain itu juga ada wisata buah, mulai dari buah nanas, mangga, rambutan, langsat hingga durian dan buah-buahannlainnya.

Sehingga dijamin tak akan menyesal untuk datang ke tempat wisata ini. Tim pemerintah pusat pun sudah turun ke desa untuk melakukan pengamatan untuk menjadikn wilyah tersebut menjadi Tempar wisata alam (TWA). Wisata ini pun dianggap berbeda dan menarik, sebab potensinya cukup besar dibandingkan wisata lainnya di Kabupaten Tanahbumbu selain wisata pantai.

Keindahan ojek wisata Desa Pulau Burung di Kabupaten Tanahbumbu.
Keindahan ojek wisata Desa Pulau Burung di Kabupaten Tanahbumbu. (banjarmasinpost.co.id/man hidayat)


Pada 2019 ini, pemerintah desa pun meningkatkan wisata ini dengan dibangunkannya jembatan titian untuk berkeliling wisata hutan mangrove. Saat ini, hingga akhir 2018, sudah ada jembatan titian sepanjang 175 meter dan 2019 ini kembali akan ditambah.

Di wisata hutan mangrove itu, juga sudah berdiri 2 unit gajebo. Sehingga masyarakat bisa benar-benar menikmati wisata hutan mangrove. Terlebih lagi, bila masyarakat beruntung, mereka bisa melihat ikon Kalimantan yakni Bekantan. Biasanya mereka keluar dan sering membawa anaknya sehingga pengunjung bisa melihat bekantan di area wisata hutan mangrove itu.

Keindahan ojek wisata Desa Pulau Burung di Kabupaten Tanahbumbu.
Keindahan ojek wisata Desa Pulau Burung di Kabupaten Tanahbumbu. (banjarmasinpost.co.id/man hidayat)


Selain itu, ada kapal yang berkapasitas 50 penumpang yang akan dioperasikan di Desa Pulau Burung, di 2019 ini dengan tarif Rp 20.000 Pulang Pergi.Sehingga para pengunjung sudah bisa menikmati liburan dan berwisata di Pulau Burung dengan kapal yang dicat warna warni. Bahkan sejumlah fasilitas dan televisi juga akan dilengkapi di kapal tersebut

Keindahan ojek wisata Desa Pulau Burung di Kabupaten Tanahbumbu.
Keindahan ojek wisata Desa Pulau Burung di Kabupaten Tanahbumbu. (banjarmasinpost.co.id/man hidayat)


Desa ini berinovasi menjadi wisata yang komplit untuk bersantai. Bahkan kedepan juga akan dibangun villa disekitar dermaga tersebut oleh pihak ketiga. (banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved