Tanahbumbu

Kapal Wisata Pulau Burung Batulicin Sudah Beroperasi, Tarif Pulang Pergi Rp 20.000 Per Penumpang

Desa Pulau Burung adalah desa yang terpisah yang tidak berada Pulau Kalimantan. Desa ini merupakan pulai kecil dan masih bagian dari Tanahbumbu.

Kapal Wisata Pulau Burung Batulicin Sudah Beroperasi, Tarif Pulang Pergi  Rp 20.000 Per Penumpang
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Kapal Wisata untuk mengangkut penumpang dari Batulicin ke Pulau Burung Pulang Pergi (PP) di Kecamatan Simpangempat, Tanahbumbu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Sekarang, masyarakat tak perlu ribet lagi bila hendak berlibur dan berwisata hutan mangroven dan buah-buahan. Desa Pulau Burung atau desa Pulau Panjangen jadi solusinya.

Desa Pulau Burung adalah desa yang berada di pulau yang berbeda dari Pulau Kalimantan. Desa ini merupakan pulai yang sangat kecil dan masih bagian dari dari Pulau Kalimantan.

Desa ini menjadi satu-satunya desa yang terpisah dari pulau Kalimantan yang masih masuk wilayah Kabupten Tanahbumbu Provinsi Kalimantan Selatan, di kecamatan Simpangempat.

Desa ini sebelumnyanberganti nama dari Pulau Burung menjadi Desa Pulau Panjang dan kembali berubah nama ke asal yakni Pulau Burung.

Jaraknya, hanya sekitar 10 sampai 15 menit untuk menyeberang menggunakan kapal dari Kantor Satpolairud Polres Tanahbumbu. Setelah itu, pengunjung bisa menikmati dan melihat dermaga Desa Pulau Burung.

Dari kejauhan, akan tampak jembatan titian dan 5 unit gajebo di dermaga desa ini sebagai tempat bersantai dan dua unit di jalan titian Hutan Mangrove.

Baca: Respons Presiden Jokowi Ketika Raffi Ahmad Ingin Pertemukan Jan Ethes dengan Rafathar

Baca: Kronologi Kecelakaan Anggota Polisi di Tanahlaut Terungkap, Ini Penjelasan Kapolsek Kintap

Baca: Amad Cebur ke Rawa & Merasakan Sesuatu, Ternyata Ular Piton Sepanjang 15 Meter, Tragis yang Terjadi

Dari dermaga itu, masyarakat akan langsung menikmati wisata hutan mangrove. Bahkan, bila beruntung, mereka akan melihat ikon kalimantan yaitu Bekantan yang hidup di wilayah Desa Pulau Burung ini.

Selain itu juga ada wisata buah, mulai dari buah nanas, mangga, rambutan, langsat hingga durian dan buah-buahan lainnya.

Menurut Bendahara Desa Pulau Burung, M Elmi, Sabtu (12/1/19) mengatakan saat ini sudah mengoperasikan kapan untuk mengangkut penumpang rombongan. Kapal yang dioperasiian pun bisa memuat 50 penumpang sekeligus.

Sementara untuk kapalnya dicat dengan warna warni. Sehingga, kapal wisata ini lebih menarik bagi masyarakat dan pengunjung sekaligus menjadi daya tarik tersndiri. Masyarakat biasanya suka menjadikanntempat foto-foto.

”Kapalnya sudah kami operasikan di 2019 ini, jadi kami sudah melayani rombongan untuk menyebrang ke Desa Pulau Burung ini," katanya.

Sementra untuk tarif, seauai dengan kesepakatan bersama, desa menetapkan tarif kapal tersebut Rp 20.000 untuk pulang pergi. Hal itu diterapkan karena adanya kesepakatan bersama.

"Antar jemput penumpang sudah bisa dan sementara masih rombongan," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/man Hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved