Berita Tapin

Melihat Aktivitas Petugas Kebersihan di TPS Pulau Kutil, Sampah Membludak, Ini Kendalanya

Sampah rumah tangga menumpuk hampir keluar dari pagar batas Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pulau Kutil di Jalan Said Alwi, Kelurahan Rantau Kiwa.

Melihat Aktivitas Petugas Kebersihan di TPS Pulau Kutil, Sampah Membludak, Ini Kendalanya
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Tumpukan sampah rumah tangga hampir keluar dari pagar batas Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pulau Kutil di Jalan Said Alwi, Kelurahan Rantau Kiwa, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (12/1/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Sampah rumah tangga menumpuk hampir keluar dari pagar batas Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pulau Kutil di Jalan Said Alwi, Kelurahan Rantau Kiwa, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (12/1/2019).

Tak mengherankan karena TPS itu, lokasinya paling besar dibandingkan TPS lainnya yang tersebar di wilayah Rantau, ibu kota Kabupaten Tapin.

Baca: Harapan Grace Natalie Ahok Gabung PSI Setelah Bebas Penjara pada 24 Januari 2019, Bagaimana PDIP?

Petugasnya kebersihan yang standby memilah sampah ada tiga orang. Itu juga yang mengangkut sampah ke dalam kontainer sebelum dibawa menunggu lokasi Tempat Penampungan Akhir (TPA).

Nur Budiantoro, petugas kebersihan mengaku pengangkutan sampah di TPS Pulau Kutil sehari dua kali. Pagi dan sore hari. Gajinya Rp 1 juta per bulan. 

Untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga, Nur Budiantoro mengambil pekerjaan sampingan memunguti sampah rumah tangga di kawasan komplek perumahan di Rantau.

Baca: Respons Presiden Jokowi Ketika Raffi Ahmad Ingin Pertemukan Jan Ethes dengan Rafathar

Baca: Wendi Cagur Pernah Jadi Pejuang Cinta, Sampai Nyaris Lompat Dari Balkon Hotel

Baca: Amad Cebur ke Rawa & Merasakan Sesuatu, Ternyata Ular Piton Sepanjang 15 Meter, Tragis yang Terjadi

Baca: Kronologi Kecelakaan Anggota Polisi di Tanahlaut Terungkap, Ini Penjelasan Kapolsek Kintap

Petugas kebersihan lainnya, mengaku satu bulan itu, perlu dua box kaus tangan berbahan karet isi 20 lembar. Itu untuk melapisi tangan saat memungut sampah ke dalam kontainer. 

"Kalau tidak pakai kaus tangan berbahan karet, tiga hari baunya tidak hilang di telapak tangan. Terlebih musim hujan," katanya kepada reporter Banjarmasinpost.co.id. 

Menurut mereka, memakai kaus tangan karet kemudian dilapisi kaus tangan kain. Itu lebih praktis daripada pakai kaus tangan yang tebal. 

"Kami beli swadaya, termasuk peralatan penarik sampah dari kawat besi. Kalau patah terpaksa mengelas di bengkel bayar Rp 30 ribu," katanya.

Nur Budiantoro mewakili petugas kebersihan di TPS Pulau Kutil, mengaku bangga, Pemerintah Kabupaten Tapin berhasil mempertahankan Adipura tahun ini. 

"Kami petugas kebersihan senang, penganugerahan Adipura berhasil dipertahankan Pemerintah Kabupaten Tapin. Tentunya, bangga karena andil kami sebagai petugas kebersihan," katanya. (banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved