Berita Banjarmasin

Pementasan Sendratasik Berkarya 8, Penonton Sempat Dibuat Tegang Karena Ini

Sebuah tarian kontemporer menyemarakkan panggung utama di Gedung Balairungsari Taman Budaya Kalsel, Sabtu (12/1/2019) malam.

Pementasan Sendratasik Berkarya 8, Penonton Sempat Dibuat Tegang Karena Ini
banjarmasinpost.co.id/aya sugianto
Tarian kontemporer menyemarakkan panggung utama di Gedung Balairungsari Taman Budaya Kalsel, Sabtu (12/1/2019) malam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sebuah tarian kontemporer menyemarakkan panggung utama di Gedung Balairungsari Taman Budaya Kalsel, Sabtu (12/1/2019) malam.

Sebanyak 11 penari baik perempuan maupun laki-laki, tampil dengan kostum yang didominasi warna hitam dipadukan dengan warna merah.

Pertunjukkan tersebut ditampilkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukkan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin dalam gelaran Sendratasik Berkarya 8.

Sendratasik Berkarya 8 ini merupakan pertunjukkan yang mengkolaborasikan antara drama, tari, musim, film dan juga seni rupa dengan mengangkat judul Kasturi dan disutradarai oleh Ariel Lawang.

Pementasan drama sendiri mengangkat cerita tentang kehidupan pada tahun 3515 mendatang.

Baca: Respons Presiden Jokowi Ketika Raffi Ahmad Ingin Pertemukan Jan Ethes dengan Rafathar

Baca: Wendi Cagur Pernah Jadi Pejuang Cinta, Sampai Nyaris Lompat Dari Balkon Hotel

Baca: Reaksi Ayu Ting Ting Disindir Nikita Mirzani di Depan Ruben Onsu dan Wendy Cagur Tentang Gosip

Dimana pada masa itu oksigen sudah semakin sedikit, dan hanya ada satu pohon tersisa yakni Kasturi yang merupakan endemik Kalimantan.

Cerita ini pun dipentaskan dengan apik oleh aktor dan aktris yang terlibat di atas panggung utama. Dan penonton yang hadir pun cukup antusias menyaksikan jalannya pementasan.

Tak kalah menarik, penonton yang hadir sempat dibuat tegang bahkan terkejut pada satu adegan drama.

Yang mana saat itu ada sebuah jenazah terbaring di sebuah kereta, namun tiba-tiba bangun dan kemudian duduk.

Sejatinya pementasan Sendratasik Berkarya 8 ini ternyata merupakan ajang final test mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukkan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin khususnya angkatan 2015.

Pementasan sendiri ditutup dengan dengan sebuah film yang juga dipentaskan saat di panggung.(banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Penulis: Frans
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved