Ekonomi dan Bisnis

Bersaing dengan Nafas yang Ada, Ojek Online Lokal Ini Tetap Eksis Diantara Serbuan 'Raksada' Ojol

Berdiri 1 November 2015 dan resmi operasional 7 Maret 2016. Sebagai usaha lokal Kulir.jasabanjar hingga kini masih eksis.

Bersaing dengan Nafas yang Ada, Ojek Online Lokal Ini Tetap Eksis Diantara Serbuan 'Raksada' Ojol
Banjarmasinpost.co.id/Nia kurniawan
Dua driver Kulir.jasabanjar siap melaksanakan tugas. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Berdiri 1 November 2015 dan resmi operasional 7 Maret 2016. Sebagai usaha lokal Kulir.jasabanjar hingga kini masih eksis.

Jasa layanan antar dan jemput alias ojek online ini masih kokoh bertahan diantara para 'raksasa' penyedia jasa serupa.

CEO & Founder Kulir.jasabanjar Ramdi Murdana, Jumat (11/1) lalu mengatakan jumlah kurir saat ini sisa tujuh orang saja yang aktif.
Menurut dia karena banyak yang pindah dan bekerja kantoran.

Ditanya soal ketentuan operasional dari Kementerian Perhubungan, apa ada pengaruh terhadap ojek online lokal seperti Kulir.jasabanjar? "Ya berpengaruh," kata Ramdi.

Baca: Jadwal dan Live Streaming Final Thailand Masters 2019 - Fitriani Hadapi Tuan Rumah, Hari Ini

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Spanyol Malam Ini di SCTV Pekan 19 Barcelona vs Eibar, Betis vs Madrid

Baca: Selain Jalan Sehat, Jajaran Kejati Kalsel dan Insan Pers Ini Juga Bagi Nasi Bungkus

"Karena sedikit banyaknya akan ada yang diuntungkan dan dirugikan. Apalagi nanti akan diatur oleh pemerintah adalah terkait tarif, suspensi, dan perlindungan keselamatan serta keamanan pengemudi," katanya.

Dia mengatakan kulir adalah perusahaan yang masih berkembang, untuk saat ini kami belum punya program kesehatan atau asuransi untuk para driver.

"Namun bukan berarti tidak mendukung aturan pemerintah, kembali lagi ke dana yang kami miliki. ingat kami bootstraping alias pendanaan dari founder sendiri bukan investor atau ventura capital," katanya.

Tujuannya, jelasnya, agar persaingan harga antar penyedia jasa ojek online dapat bersaing dengan sehat.

"Apalagi kami para ojek online lokal, jujur sangat kewalahan dengan tarif murah yang ditawarkan oleh para 'raksasa'. Terkait adanya batas tarif bawah atas kami sangat gembira,' uangkapnya.

Memang, jelas Ramdi, semua pelanggan pasti memilih ongkir yang murah tanpa memperhatikan pendapatan atau bagi hasil yang kami terima, karena sekali lagi sumber pendapatan ojek lokal adalah dari ongkir bukan dari saham atau profit share dari penjual (khususnya untuk beli makanan) yang menaikan harga jualnya untuk setor ke ojek onlinenya.

Masih menurut dia, Intinya Kulir.jasabanjar selalu mendukung program atau kebijakan pemerintah, namun untuk di banjarmasin sendiri perhatiannya masih kurang. (banjarmasinpost.co.id/Kur)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved