Berita Regional

Fakta Kasus Pijat Ilegal WNA di Palembang, Pelanggan Kalangan Artis, Satu Pasien Hanya 3 Menit

Sebanyak 20 warga negara asing (WNA) asal Malaysia membuka praktik pijat tradisional ilegal di salah satu hotel bintang empat di Palembang diamankan.

Fakta Kasus Pijat Ilegal WNA di Palembang, Pelanggan Kalangan Artis, Satu Pasien Hanya 3 Menit
(KOMPAS.com/AJI YK PUTRA)
Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Sumsel, Sudirman D Hury saat memberikan keterangan terkait tertangkapnya 20 WNA yang membuka praktek pijat disalah satu hotel bintang empat di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis 10/1/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebanyak 20 warga negara asing (WNA) asal Malaysia membuka praktik pijat tradisional ilegal di salah satu hotel bintang empat di Palembang diamankan oleh jajaran Kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumatera Selatan, Kamis (10/1/2019).

Dilansir dari Kompas.com, Berdasarkan pemeriksaan, Kemenkumham Sumsel mulai mengungkap sejumlah fakta terkait praktik pijat ilegal 20 warga negara asing ( WNA) di Palembang.

Para tersangka mengaku, pelanggan mereka berasal dari berbagai kalangan, baik dari artis hingga polisi.

Selain itu, petugas meminta masyarakat yang pernah dirugikan terkait praktik para pelaku, harap segera melapor.

Berikut ini fakta lengkap dari penangkapan 20 WNA di Palembang:

1. Warga yang pernah dirugikan harap melapor

Kepala Kantor Kanwil Kemenkumham Sumatera Selatan Sudirman D Hurry, menjelaskan, sejauh ini petugas telah meminta keterangan dari pihak hotel yang menjadi tempat praktik pijat ilegal oleh Chirs Leong warga asal Malaysia bersama 19 rekannya tersebut.

Menurut Sudirman, para pelaku mereka menyewa ballroom hotel yang berada di kawasan R Soekamto Palembang.

"Pihak hotel sudah dipanggil untuk diminta keterangan dan sampai saat ini belum ada masyarakat yang mengadu walaupun kami sudah mengimbau melalui media. Apabila ada yg dikecewakan agar menghubungi Kanim Palembang," kata Sudirman, Sabtu (12/1/2019).

Sebanyak 20 WNA tersebut terancam sanksi deportasi dan pidana terkait praktik ilegal mereka.

Halaman
1234
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved