Kalselpedia

Kalselpedia - Kabupaten Tapin Banyak Miliki Sungai, Sungai Tapin adalah Paling Terkenal

Sungai Tapin adalah satu dari tiga daerah aliran sungai di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan. Dua lainnya adalah Sungai Margasari

Kalselpedia - Kabupaten Tapin Banyak Miliki Sungai, Sungai Tapin adalah Paling Terkenal
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Sungai Tapin di Kabupaten Tapin, Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Sungai Tapin adalah satu dari tiga daerah aliran sungai di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan. Dua lainnya adalah Sungai Margasari dan Sungai Binuang. Uniknya, sumber mata air Sungai Tapin ini berasal dari Pegunungan Meratus.

Jika curah hujan di Pegunungan Meratus tinggi makan air yang masuk ke Sungai Tapin akan berlimpah. Bahkan, dalam beberapa kejadian bisa mengakibatkan banjir

Aliran Sungai Tapin membelah jantung ibukota Kabupaten Tapin, yaitu Kelurahan Rantau Kanan dan Rantau Kiwa.

Sungai Tapin ini punya empat cabang, yaitu sungai Muning, Sungai Tatakan, Sungai Halat dan Sungai Gadung.

Baca: KalselPedia - Puas Main Air di Banjarbaru, Ini Lima Lokasi Kolam Renang Paling Hits Kota Idaman

Baca: KalselPedia - Desa Pulau Burung Tanahbumbu, Wisata Hutan Mangrove dan Bekantan

Baca: KalselPedia - Islamic Center Tabalong Miliki Masjid dengan Bentuk Kubah yang Unik

Pemerintah Kabupaten Tapin menjadikan Sungai Tapin ini, titik pantau personel piket Posdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapin.

Sungai Tapin di Kabupaten Tapin, Kalsel.
Sungai Tapin di Kabupaten Tapin, Kalsel. (banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid)

Ada tiga warga sebagai indikator ketinggian air di Sungai Tapin. Warga hijau normal ketinggian 1 -5 meter, warna kuning, ketinggian air 6 meter status siaga II dan warna merah ketinggian air 7 meter status Siaga I.

Jika ketinggian air mendekati warha merah, warga di bantaran Sungai Tapin, seperti di Kelurahan Kupang, Kecamatan Tapin Utara, lantai rumahnya terendam.

Satu tahun, sampai tiga kali, warga membersihkan lantai rumahnya akibat terendam air banjir luapan dari Sungai Tapin.

Sungai Tapin di era 1980 disebut dala blog Masud Election, airnya menjadi sumber penghidupan warga bantaran Sungai karena sangat jernih dan berisi aneka jenis ikan air tawar.

Setelah era 1993 kondisi air sungai Tapin berubah keruh. Diduga akibat aktifitas pertambangan ilegal yang tidak ramah lingkungan di pegunungan Meratus.

Padahal disebutnya, air Sungai Tapin merupakan air baku yang diolah PDAM Tapin untuk layanan air minum dan air bersih warga Rantau, ibu kota Kabupaten Tapin.

Sungai Tapin juga punya cerita hikayat atau legenda Balahindang, asal mulanya terbentuk Sungai Tapin, seperti dalam blog milik Madie.

Singkat cerita dalam hikayat Balahindang itu, Sungai Tapin terbentuk karena perjalanan panjang seekor Naga Putih. Naga Putih adalah jelmaan dari seorang petani pria yang terpaksa berpisah dengan keluarganya, usai menikmati sebutir telur, ternyata milik Naga betina. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved