Berita Tanahbumbu

Respons Kepala Dinas dan Ketua DPRD Tanahbumbu Kala Siring Pagatan Dinilai Kumuh

Respons Kepala Dinas dan Ketua DPRD Tanahbumbu Kala Siring Pagatan Dinilai Kumuh

Respons Kepala Dinas dan Ketua DPRD Tanahbumbu Kala Siring Pagatan Dinilai Kumuh
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Pantai Siring Pagatan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Wisata Pantai dan Kuliner di Desa Sungai Lembu Kecamatan Kusan Hilir KabupAten Tanahbumbu, makin kumuh. 

Pantauan Bpost, Minggu (13/1/19), bangunan kayu ala kadarnya dan tidak seragam membuat mata memandang sedikit aneh.

Sebab, bangunannya terlihat tidak tertata. Begitu juga dengan atapnya, ada yang terbuat dari asbes dan ada atap rumbia, bahkan sebagian ada menggunakan penutup terpal untuk menutupi bagian yang bolong.

Padahal, lokasinya tepat berada di Jalan Nasional. Sehingga banyak sekali pengendara yang lalu lalang baik dari Kabupaten Tanahbumbu maupun luar Tanahbumbu, begitu juga dari Grogot dan Banjarmasin.

Baca: 4 Fakta Drama Pengejaran Pelaku Penculikan Siswi SMPN 5 Banjarbaru, Anjing Pelacak & Suara Tembakan

Baca: Usai Kehilangan Hansamu Yama dan Aaron Evans, Manajemen Barito Putera Klaim Dapat Pengganti Mumpuni

Baca: Live TVRI! Link Live Streaming Inter Milan Vs Benevento, Siaran Langsung Coppa Italia Malam Ini

Baca: Artis Ternama Hamil Karena Prostitusi Online Dibongkar Robby Abbas pada Melaney Ricardo

Kepala Desa Sungai Lembu, Dirhamsyah yang secara tidak sengaja bertemu dengan Bpost pun, membenarkan kondisi tersebut. Bahkan untuk pedagang di jalur siring sudah sering ditegur namun tidak diindahkan. Sementara untuk bangunan kios kuliner juga sudah memprihatinkan.

"Makin lama makin kumuh. Bangunan pedagang makin menjamur. Harusnya pemerintah daerah juga memperhatikan keadaan ini, kerapiannya kurang sehingga kurang elok dipandang," kata Dirhamsyah.

Terpisah, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Tanahbumbu, Hamaludin Tahir, saat dihibungi tidak membantah dengan keadaan tersebut terutama di bagian siring pantainya.

Dinas Pariwisata juga sudah merasakan hal itu karena sebelumnya pada zaman Bupati Mardani H Maming, lokasi di depan itu diputuskan agar bebas dari pedagang. Sementara diseberangnya di bangunkan kios oleh Mardani.

Menindaklanjuti kondisi sekarang ini, dia akan berkoordinasi dengan dinas lain. Selain itu berkoorinasi dengan pimpinannya untuk tindakan selanjutnya sehingga tidak salah mengambil keputusan.

"Terkait masalah bangunan kios wisatanya, kami belum bisa melakukan perbaikan. Sebab tanah yang ada disitu masih tanah masyarakat dan pada zaman pak Mardani, beliau yang membangunkan dan hanya meminjam atau menyewa tanah masyarakat. Nah pemda, tidak bisa berbuat apa-apa bio bukan tanah pemetintah apalagi membangunkan," katanya.

Baca: Fakta Perampasan Kendaraan Driver Online di Banjarmasin, Pelaku Masih Simpan Identitas Korbannya

Baca: Reaksi Ketua Partai Gerindra Saat Ada Perusakan APK yang Sudah Dilaporkan ke Bawaslu Kotabaru

Terkait lokasi Siring Pagatan yang kian hari makin kumuh, DPRD Tanahbumbu sebelumnya mengakui sudah merencanakannya.

Namun hingga saat ini, belum ada tindak lanjutnya. Sehingga pihak DPRD belum bisa bertindak sebelum ada perencanaan dari Pemerintah daerah atau dinas yang berkaitan.

Menurut Ketua DPRD Kabupaten Tanahbumbu, H Supiansyah ZA, mengatakan sudah pernah mengintruksikan kepada Dinas Pekerjaam Umum dan Dinas Pariwosata untuk perencanaannya. Namun, spai sekarang belum diketahui kelanjutannya.

Dia mengatakan pembahasan mulai 2017, namun pada 2018, dari PU dan Pariwisata dan Bappeda tidak ada mengajukan itu ke dewan. Sehingga tidak ada tindak lanjutnya sampai sekarang ini yang masih ditunggunya.

(banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved