Berita Tapin

Sungai Tapin Telan Remaja 18 Tahun, Akibat Luapan Air dari Pegunungan Meratus

Akibat kiriman air dari sungai di Kecamatan Piani sekitarnya membuat sebagian warga di Kecamatan Bungur juga waspada dan khawatir serta waswas.

Sungai Tapin Telan Remaja 18 Tahun, Akibat Luapan Air dari Pegunungan Meratus
ibrahim ashabirin
Ilustrasi pencarian korban di Sungai Tapin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Luapan air Sungai Miawa di Kecamatan Piani, wilayah pegunungan Meratus berdampak meningkatkan debit air Sungai Tapin.

Akibat kiriman air dari sungai di Kecamatan Piani sekitarnya membuat sebagian warga di Kecamatan Bungur juga waspada dan khawatir serta waswas.

Kekhawatiran warga yang bertempat tinggal di bantaran Sungai Tapin itu terbukti. Muhammad Syarif Hidayatullah (18) menjadi korban kuatnya arus Sungai Tapin.

Santri Pondok Pesantren Assuniyah itu ditemukan tak bernyawa, Senin (14/1/2019) sekitar pukul 17.30 Wita.

Informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id, korban diduga tenggelam di Sungai Tapin saat ingin mengangkat mesin sedot air.

Sebelumnya, korban diminta ibunya untuk mengangkat mesin sedot air yang dipasang di lanting. Lanting itu berada di Sungai Tapin, sekitar pukul 16.00 Wita.

Baca: Live MNCTV! Cara Live Streaming Man City vs Wolves, Siaran Langsung Liga Inggris Malam ini

Baca: VIDEO - Kedapatan Ngamar di Kos-Kosan, Dua Sejoli Dihadapkan Ke Sidang Pelanggaran Perda

Baca: Jelang Barito Putera Vs PSS Sleman Piala Indonesia 2018 - Evan Dimas Masih Urus Administasi

H Ibnu Mulkan, Kepala Desa Rantau Bujur, Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id, membenarkan satu warganya tenggelam di Sungai Tapin.

Menurut H Ibnu Mulkan, korban awalnya diminta mengambil mesin sedot. Orangtunya khawatir tidak kembali ke rumah.

"Firasat tak nyaman, korban dicari sekitar lanting ditemukan di bawah lanting. Saat diangkat sudah dalam kondisi tak bernyawa," katanya.

Menurut H Ibnu Mulkan, korban diduga tergelincir saat ingin mengambil mesin sedot, kemudian tak mampu berenang melawan kuatnya arus Sungai Tapin.

"Saya selaku Kepala Desa memohon bantuan Pemerintah Kabupaten Tapin. Sebab kematian korban ini akibat musibah banjir dan keluarga korban juga termasuk kurang mampu," katanya. (banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved