Kriminalitas Kabupaten Banjar

VIDEO - Kedapatan Ngamar di Kos-Kosan, Dua Sejoli Dihadapkan Ke Sidang Pelanggaran Perda

Mengenakan jilbab pink, Farina tersenyum ketika Hakim Octavianus Sangkakala memutusnya denda Rp 400 ribu atau kurungan penjara satu bulan, Senin

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA — Mengenakan jilbab pink, Farina tersenyum ketika Hakim Octavianus Sangkakala memutusnya denda Rp 400 ribu atau kurungan penjara satu bulan, Senin (14/1/2019). Dalam sidang digelar di Pengadilan Negeri Martapura itu, Farina tersangkut Perda Ketertiban Sosial.

Dirinya terjaring saat Satpol PP Kabupaten Banjar menggelar razia penyakit masyarakat di Ey-King Hotel Jalan Rahayu Martapura pada Jumat (11/1/2019) lalu. Turut beserta rekannya Nuliana yang juga diganjar sanksi lebih ringan dari Farina, yakni hanya Rp 200 ribu.

Sedangkan untuk pasangan yang terjaring di kos-kosan Citra Keraton juga divonis pengadilan denda masing-masing Rp 250 ribu. Pada sidang tersebut, penyidik Satpol PP, Wahyudi membacakan dakwaan.

Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Kabupaten Banjar sudah melakukan pemeriksaan lima orang terindikasi melakukan praktik prostitusi di kos-kosan dan Ey-King hotel, Jumat (11/1/2019).

Baca: Digerebek Ngamar di Ey-King Hotel, Farina Senyum Divonis Hakim dengan Denda Rp 400 Ribu

Baca: Jelang Barito Putera Vs PSS Sleman Piala Indonesia 2018 - Evan Dimas Masih Urus Administasi

Baca: Harga Tiket Pesawat Turun Bertahap, Rute Banjarmasin-Surabaya Rp 660 Ribu

Razia perdana diawal 2019 ini karena adanya laporan masyarakat yang merasa resah atas aktifitas di kos-kosan dan di hotel Ey-King Jalan Rahayu Martapura. Akhirnya Satpol PP menggelar razia pada Kamis (10/1/2019) malam hingga Jumat (11/1) dinihari.

Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Kabupaten Banjar, Bahrudin mengatakan, kedatangan dua regu Satpol PP ke kos-kosan Citra Keraton Sungaisipai Kabupaten Banjar cukup membuat panik beberapa penghuni kos. Bahkan ada yang sempat melarikan diri, namun berhasil diciduk.

“Penghuni kos baru satu bulan lari, padahal setelah kami data dan mintai keterangan tidak ada indikasi melanggar perda. Justru ada beberapa penghuni kos lainnya yang terindikasi melanggar perda ketertiban umum,” katanya.

Pihaknya menggelar razia pada Kamis (10/1/2019) tengah malam, untuk di kos-kosan Citra Keraton mendata 9 orang, namun yang terindikasi melakukan prostitusi ada tiga orang. Praktik prostitusi diatur dalam Perda Nomor 10 tahun 2007 tentang asusila.(Banjarmasinpost.co.id /Hasby Suhaili)

Penulis: Hasby
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved