Kriminalitas Regional

Dua Mucikari Penjual Gadis Model Secara Online Jadi Tersangka, Ini Ancaman Hukumnya

Satuan Reserse dan Kriminal Polres Madiun Kota menetapkan dua mucikari "penjual" gadis model foto, CC (23) dan AR (25), menjadi tersangka prostitusi

Dua Mucikari Penjual Gadis Model Secara Online Jadi Tersangka, Ini Ancaman Hukumnya
KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWI
Aparat Polres Madiun Kota menggeledah salah satu kamar di hotel Kartika Abadi di Jalan Pahlawan Kota Madiun setelah membongkar praktek prostitusi online yang melibatkan model foto dan anak dibawah umur, Minggu ( 13/1/2019) malamm. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MADIUN - Satuan Reserse dan Kriminal Polres Madiun Kota menetapkan dua mucikari "penjual" gadis model foto, CC (23) dan AR (25), menjadi tersangka kasus prostitusi online.

Dua warga Kota Madiun itu ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi memeriksa tiga gadis model foto yang menjadi korban prostitusi online.

"Jadi sementara tersangka prostitusi online itu ada dua orang. Dua tersangka itu perannya sebagai mucikari berinisial CC dan AR," kata Kasubbag Humas Polresta Madiun AKP Ida Royani, Senin (14/1/2019).

Dua mucikari itu dijerat dengan tindak pidana perdagangan orang. Ancaman maksimal pidananya mencapai 15 tahun penjara.

Kendati sudah menetapkan dua mucikari sebagai tersangka, polisi tidak berhenti menyidik. Polisi terus mengembangkan penyidikan.

Baca: Wali Kota di Negara Tempat Egi Maulana Vikri Berlaga Ini Tewas Ditusuk Mantan Napi

Baca: Link Live Streaming TVRI AS Roma Vs Virtus Entella 16 Besar Coppa Italia Pukul 03.00 WIB

Baca: Reaksi Tak Disangka Ibunda Naomi Zaskia Kala Perkenalan dengan Ayah Rizky Febian, Sule

Ia menambahkan, tiga gadis korban prostitusi online hanya sebatas saksi. Sebab ketiga gadis itu hanya dimanfaatkan jasanya untuk keuntungan dua mucikari tadi.

Diberitakan sebelumnya, hasil penyidikan aparat Satreskrim Polres Madiun Kota menyebutkan tiga gadis model foto yang jadi korban prostitusi online masing-masing dijual Rp 1 juta kepada pria hidung belang.

"Dari uang pembayaran Rp 1 juta, gadis yang menjadi korban prostitusi online hanya mendapatkan bagian Rp 500.000," kata Kasubag Humas Polres Madiun Kota, AKP Ida Royani kepada wartawan, Senin ( 14/1/2019) siang.

Ida mengatakan, uang sisa Rp 500.000 dari prostitusi online dibagikan kepada dua pria yang berperan sebagai mucikari. Dua mucikari berinisial CC (23) dan RR (25) saat ini sudah ditahan polisi untuk kepentingan penyidikan.

Berita Ini Juga Ada di KOMPAS.COM

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved