Berita Banjarmasin

Investor Tolak Bangun Jembatan Penyeberangan Orang di Banjarmasin, Ini Kata Kepala Dinas PUPR

Investor Tolak Bangun Jembatan Penyeberangan Orang di Banjarmasin, Ini Kata Kepala Dinas PUPR

Investor Tolak Bangun Jembatan Penyeberangan Orang di Banjarmasin, Ini Kata Kepala Dinas PUPR
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Plt Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Joko Pitoyo 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Banjarmasin tertunda. Hal itu disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Joko Pitoyo, Selasa (15/1/2018).

Ia mengatakan ditundanya jembatan tersebut masih belum diketahui sampai kapan. Terlebih pihaknya juga tidak meanggarkan pembangunan JPO.

Sebagaimana diketahui, pembangunan JPO rencananya akan menggunakan sistem kerjasama, yakni dibuat oleh investor untuk Banjarmasin. Sementara investor akan mendapatkan hak periklanan atau pemasangan reklame untuk JPO tersebut.

Namun rupanya penawaran itu tidak serta merta menarik para investor. Pasalnya, sembilan investor yang sempat mendaftarkan diri untuk membangun JPO dikatakan Joko menolak untuk membuat JPO.

Baca: Vanessa Angel Dijemput Mobil Pelat Merah Sebelum Temui Pemesan? Pengacara Muncikari Ungkap Fakta Ini

Baca: Jawaban Ivan Gunawan Saat Ruben Onsu Bocorkan Tantangan Ayu Ting Ting Menikahinya di 2019

Baca: Djanur Sudah Kantongi Nama Pengganti Osvaldo Haay di Liga 1 2019 Jika Persebaya Surabaya Gagal

Baca: Fakta-fakta Pengemis Miliarder Punya Harta Lebih dari Rp 1 Miliar, Simpanan di Bank 900 Juta

Baca: Polisi Sebut Potensi Vanessa Angel Jadi Tersangka Usai Pemeriksaan Prostitusi Online 9 Jam

"Kami sudah tawarkan secara terbuka, sempat ada yang mendaftar. Namun kemudian mereka menolak," ucap Joko.

Ditanya mendesaknya keperluan JPO, Joko mengatakan JPO memang diperlukan pada beberapa lokasi di Banjarmasin, terlebih adanya permintaan dari dua perguruan tinggi tempat akan dibangunnya JPO tersebut.

Disampaikan Joko pula, untuk satu unit pembangunan JPO mencapai harga Rp 3 miliar. Angka itu pula yang dirasa membuat pertimbangan bagi investor pascaadanya pembicaraan mengenai syarat lainnya untuk pembangunan JPO tersebut.

(banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved