Berita Banjarmasin

NEWSVVIDEO : Proses Pembongkaran Rumah Warga Di Lokasi Proyek Pergantian Jembatan Alalak

Proyek pergantian Jembatan Alalak di Jalan Brigjend Hasan Basri, Kayutangi telah berlangsung sejak beberapa waktu lalu.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Proyek pergantian Jembatan Alalak di Jalan Brigjend Hasan Basri, Kayutangi telah berlangsung sejak beberapa waktu lalu. Dari papan informasi pembangunan yang tertera di dekat jembatan, proyek itu akan dilaksakanan hingga 840 hari kalender. Sedangkan masa pemeliharaan 730 hari kalender.

Adapun kontraktor pelaksana yakni Wijaya Karya- Pandji KSO dengan nilai kontrak seberar Rp 264.561.819.000,00.

Pembongkaran bangunan di lokasi lahan yang dibebaskan pun masih dalam proses. Terlihat dari pantauan Bpost Online, Selasa (15/1/2019) sejumlah warga membongkar bangunan mereka dibantu beberapa pekerja.

Aktifitas pembongkaran tersebut rupanya dilakukan sejak Senin (13/1/2019). Pemilik bangunan juga diberikan batas waktu untuk memberihkan bangunan di kawasan tersebut.

Warga terdampak, Bariah nampak sedih menyaksikan rumahnya yang dibongkar. Dari pelataran baru sisa bangunan rumahnya, Bariah memperhatikan orang-orang yang membongkar rumah dan pekerja yang akan membangun Jembatan Alalak.

Baca: Rumah Dibongkar untuk Jembatan Alalak, Kayutangi, Bariah Sedih Tapi Iklas untuk Pembangunan

Baca: Curahan Hati Gisella Anastasia Lewat Lagu Perjalanan Berharga, Tentang Perceraian dan Gading Marten?

Baca: Pengakuan Mengejutkan Hotman Paris Sudah Jadian dengan Chef Farah Quinn, Dijawab Farah Benar

Baca: Geopark Meratus Akan Dibuatkan Izin Lingkungan dan Pembentukan Badan Pengelola, Ini Tujuannya

Diungkapkan olehnya, perasaan sedih pasti muncul melihat kondisi rumahnya yang separo telah hilang. Namun ia mengaku ikhlas atas pembongkaran tersebut.

Terlebih selain mendapatkan uang pengganti, pergantian Jembatan Kayutangi yang terdampak pada warga menurutnya akan bagus untuk masa depan. Utamanya demi kepentingan masyarakat dan pengguna jalan agar tidak terjadi kemacetan.

“Sedih itu pasti melihat rumah dibongkar. Apalagi saya sudah tinggal disini selama 20 tahun. Tapi ini untuk pembangunan dan jalan umum,” ungkapnya.(Banjarmasinpost.co.id /Isti Rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved