Kriminalitas Kotabaru

Pengeroyokan di Lapas yang Tewaskan Sugianto, Polisi Giring 13 Tersangka ke Kejari Kotabaru

Berkas acara pemeriksaan perkara 13 tersangka tersebut telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kotabaru selanjutnya untuk disidangkan.

Pengeroyokan di Lapas yang Tewaskan Sugianto, Polisi Giring 13 Tersangka ke Kejari Kotabaru
istimewa
Beberapa anggota reskrim melakukan pengawalan pelimpahan belasan tersangka kasus pengeroyokan terjadi di Lapas Kelas II B Kotabaru pada 14 September 2017 lalu 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Masih ingat kasus pengeroyokan menewaskan Sugianto, seorang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kotabaru pada 14 September 2017? Penyidikan dilakukan reserse kriminal umum Polres Kotabaru menetapkan 13 orang warga binaan terlibat dan tersangka dalam kasus tersebut.

Pada, Kamis (10/1/2019) lalu penyidikan dilakukan penyidik telah selesai.

Berkas acara pemeriksaan perkara 13 tersangka tersebut telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kotabaru selanjutnya untuk disidangkan.

Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto MH Sik melalui Kasat Reskrim AKP Suria Miftah Irawan SH Sik mengatakan, pelimpahan perkara ke 13 tersangka dikawal 10 orang anggota yang dipimpin Kanit Krimum Iptu H Gatot E.W.

"Sudah tahap dua," terang Suria Miftah kepada banjarmasinpost.co.id, Selasa (15/1/2019).

Sebelumnya pernah diberitakan, korban Sugianto dikeroyok hingga tewas dengan kondisi tragis.

Baca: Lucinta Luna Ngaku Chatting dengan Fatih Seferagic, Ini Penjelasan sang Hafidz Internasional

Baca: Sosok Ini Berhasil Bikin Ustadz Abdul Somad Tertawa Terbahak-bahak Saat Berada di Mekkah

Baca: Perubahan Sikap Ayu Ting Ting pada Ivan Gunawan Ditangkap Ruben Onsu, Benih Cinta?

Baca: Respons Tompi Saat Pidato Kebangsaan Prabowo Jelang Pilpres 2019 Singgung Gaji Dokter

Baca: Dian Sastro Singgung Gading Marten & Gisella Anastasia Besanan dengan Raffi Ahmad & Nagita Slavina

Kepala korban pecah akibat dibenturkan ke septictank yang ada di dalam, serta mulut robek.

Korban dikeroyok oleh para tersangka yang juga teman satu sel di Blok B, dipicu karena persoalan kedongkolan tersangka terhadap korban.

Saat apel dan absen jumlah (berhitung), korban selalu mengabsenkan rekannya Amat Maringin.

Padahal ketika itu Amat Mariangin tidak berada di tempat.

Kedongkolan tersangka hingga mengeroyok korban beramai-ramai dan tewas dengan kondisi tragis.

BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah

Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved