Berita Kotabaru

Perwira Polres Kotabaru Silaturahmi Sambil Cek Kesehatan Ketua MUI Kotabaru

Menjadi tema penting dalam silaturahmi pimpinan Polres Kotabaru, adalah terkait larangan tempat ibadah dijadikan wadah kegiatan politik.

Perwira Polres Kotabaru Silaturahmi Sambil Cek Kesehatan Ketua MUI Kotabaru
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Petugas Dokkes Polres Kotabaru memeriksa kesehatan Ketua MUI Kotabaru saat silaturahmi Wakapolres Kotabaru Kompol Arief Prasetya Sik M.Med.Kom dan jajaran. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Bukan pelaksanaan formalitas semata. Namun kegiatan dilaksanakan jajaran Kepolisian Resort (Polres) Kotabaru ke beberapa tokoh agama, sekaligus sebagai ajang silaturahmi mempererat hubungan.

Hanya sedikit yang berbeda, kunjungan ke kediaman Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kotabaru KH Muchtar Mustajab di jalan Hasanudin, Kelurahan Kotabaru Hilir, Kecamatan Pulaulaut Utara, Selasa (15/1/2019).

Oleh perwira Polres Kotabaru yang dipimpin Waka Polres Kompol Arief Prasetya Sik M.Med.Kom selain melaksanakan silaturahmi.

Orang nomor dua di lingkungan Polres Kotabaru yang didampingi Kasat Intelkam AKP Heriyanto, Kasat Binmas Iptu Rosadi, KBO Sat Intelkam Iptu H Rahmad, serta Baur Dokkes Bripka Budimurahman, juga sekaligus melakukan pengecekan kesehatan Ketua MUI.

Baca: Reaksi Tak Disangka Ibunda Naomi Zaskia Kala Perkenalan dengan Ayah Rizky Febian, Sule

Baca: Dian Sastro Singgung Gading Marten & Gisella Anastasia Besanan dengan Raffi Ahmad & Nagita Slavina

Baca: Satnarkoba Polresta Banjarmasin Bekuk Warga Kebun Sayur Simpan 7 Paket Sabu dan 125 Butir Ekstasi

Menjadi tema penting dalam silaturahmi pimpinan Polres Kotabaru, adalah terkait larangan tempat ibadah dijadikan wadah kegiatan politik.

Sesuai tema "Ciptakan kerukunan umat beragama pada pemilu 2019. Kami para pemuka agama dan umaro Kabupaten Kotabaru menolak tempat Ibadah digunakan untuk kepentingan kampanye, issue hoax, sara dan radikalisme."

Disela silaturahminya, Arief mengungkapkan, meminta dukungan tokoh agama agar tempat Ibadah maupun lembaga pendidikan tidak digunakan politik.

Langkah ini menurut Arief, menyusul semakin dekatnya pesta demokrasi (pemilu) 2019. Seiring hal itu, juga banyak yang menyebarkan hoax, ujaran kebencian dan SARA.

Oleh karena itu, juga diminta kepada MUI agar bisa membantu menetralisir atau sebagai penyeimbang situasi.

"Alhamdulillah kegiatan silaturahmi kesehatan dengan Ketua MUIdan koordinasi terkait larangan tempat Ibadah dijadikan tempat kegiatan politik berjalan lancar, aman dan terkendali," pungkas Arief.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved