Kriminalitas Hulu Sungai Selatan

Petugas Melihat SP Membuang Sajam ke Semak-semak

SP (31) Warga Desa Habirau Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) harus berurusan dengan pihak berwajib.

Petugas Melihat SP Membuang Sajam ke Semak-semak
Foto Humas Polres HSS
SP (31) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - SP (31) Warga Desa Habirau Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) harus berurusan dengan pihak berwajib.

Senin, (14/1) sekitar pukul 23.50 Wita, SP diamankan oleh anggota Polsek Daha Selatan karena membawa senjata tajam (Sajam) tanpa izin.

Pelaku yang menyimpan sajam ini diamankan di pinggir jalan saat giat patroli yang dilakukan oleh anggota Polsek Daha Selatan.

Kapolres HSS AKBP Dedy Eka Jaya melalui Kasubbag Humas Iptu Ghandi Ranu membenarkan dengan penangkapan pelaku.

"Pelaku diamankan karena membawa, menyimpan, menguasai senjata tajam tanpa izin di Desa Habirau. Pelaku diamankan di pinggir jalan," katanya, Selasa, (15/1).

Baca: Adu Cantik Luna Maya dan Syahrini, Artis yang Dikaitkan dengan Reino Barack Saat Pakai Beanie Hat

Baca: Lucinta Luna Ngaku Chatting dengan Fatih Seferagic, Ini Penjelasan sang Hafidz Internasional

Baca: Perbandingan Kasus Prostitusi Online Artis Vanessa Angel, Nikita Mirzani Hingga Faye Nicole Jones

Baca: Fakta Baru Vanessa Angel Soal Prostitusi Artis, Hotman Paris Protes Soal Kasus Prostitusi Online

Baca: Ustadz Abdul Somad Tertawa Terbahak-bahak Gara-gara Sosok Ini Ketika Berada di Mekkah

Sesaat sebelum diamankan, pelaku yang melihat kedatangan anggota Polsek Daha Selatan sempat membuang sajam yang dibawanya ke semak-semak.

Aparat berwajib melihat aksi yang dilakukan oleh pelaku dan melakukan pemeriksaan.

Sajam yang dibuang pelaku jenis sangkur.

Saat dimintai keterangan, pelaku mengakui bahwa sajam jenis sangkur tanpa hulu dan kumpang dengan ukuran panjang keseluruhan 34 cm dan lebar 2,5 cm itu miliknya.

"Pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Polsek Daha Selatan untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujar Ghandi.

Dikatakan Ghandi, bahwa pelaku bakal dijerat dengan pasal 2 ayat 1 UU Darurat No 12 tahun1951 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada warga HSS agar tidak membawa senjata tajam tanpa izin di tempat umum, karena itu melanggar hukum.

Penulis: Aprianto
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved