Berita Kalteng

Banyak Obat Herbal di Kalteng Belum Teregistrasi, Dinkes Ragukan Khasiat Kandungannya

Peredaran obat-obat herbal tradisional yang dijual secara bebas dipinggiran jalan atau pertokoan di Kota Palangkaraya dan di wilayah Kalteng.

Banyak Obat Herbal di Kalteng Belum Teregistrasi, Dinkes Ragukan Khasiat Kandungannya
tribunkalteng.com/faturahman
Pertemuan Kepala Balai POM RI Penny K Lukito dengan Pemprov Kalteng untuk kunjungan kerja dalam rangka peningkatan pengawasan obat dan makanan di Provinsi Kalimantan Tengah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Peredaran obat-obat herbal tradisional yang dijual secara bebas dipinggiran jalan atau pertokoan di Kota Palangkaraya dan kabupaten di wilayah Kalimantan Tengah, menjadi sorotan Dinas kesehatan setempat.

Penjualan obat-obatan tersebut setelah dilakukan pengecekan oleh Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah ternyata belum ada registernya dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) setempat sehingga bisa membahayakan bagi kesehatan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul, saat melakukan pertemuan dengan Kepala Balai POM RI, Penny K. Lukito, yang melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka peningkatan pengawasan obat dan makanan di Provinsi Kalimantan Tengah.

Suyuti mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemantauan terhadap obat-obatan tradisional herbal yang banyak dijual di pasaran, ternyata kebanyakan belum memiliki registrasi dari Balai POM, sehingga banyak warga yang mempertanyakan kepada pihaknya.

Baca: BREAKING NEWS : Warga Teluk Kelayan Geger Penemuan Mayat Orok Bayi

Baca: Gubernur Kalteng Sugianto Kunjungi Titi Wati Pascaoperasi, Beri Modal Usaha Rp 200 Juta

Baca: Hasil Otopsi Biddokkes, Ada Memar di Tengkorak Jasad Bayi yang Ditemukan di Teluk Kelayan

Baca: Aris Idol Ditangkap Pesta Narkoba Bersama Dua Perempuan, Lakukan Perbuatan Haram Ini Bergantian

"Kami berharap obat herbal yang banyak dijual di pasaran bisa diberikan register, tentu pihak Balai POM melakukan pemeriksaan kandungan terhadap khasiat jamu atau obat herbal yang dijual tersebut , sehingga bisa diketahui apakah khasiat yang ditulis dalam kemasannya benar adanya, karena bagi kami itu meragukan, dan mungkin saja bisa berdampak bagi kesehatan," ujarnya.

Sementara itu, beberapa warga yang suka mengonsumsi obat herbal yang di jual dipasaran mengatakan, tidak pernah memperhatikan register dari obat, karena selama ini obat-obatan semacam itu memang sudah lama dijualnya dan ada khasiatnya." Soal register kamu memang tidak memperhatikannya," ujar Amril salah satu pengguna obat herbal. (banjarmasinpost.co.id /faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved